• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Jufri

Jufri

Muktamar ke-49: Silaturahmi, Konsolidasi, dan Harmoni dalam Keberagaman

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
4 November 2026
in Kolom
0

Muktamar ke-49: Silaturahmi, Konsolidasi, dan Harmoni dalam Keberagaman

Oleh : Jufri

Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah bukan sekadar agenda lima tahunan untuk memilih pimpinan dan merumuskan keputusan organisasi. Lebih dari itu, Muktamar merupakan momentum silaturahmi nasional, mempertemukan kader dari berbagai daerah, menyatukan gagasan, memperkuat konsolidasi, sekaligus meneguhkan kembali semangat perjuangan Persyarikatan.

Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan diselenggarakan di Sumatera Utara pada November 2027 mengusung tema “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.” Tema ini membawa pesan besar tentang cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun peradaban, serta menghadirkan Islam yang mencerahkan dan memberikan manfaat bagi seluruh alam.

Sumatera Utara tentu memiliki daya tarik tersendiri sebagai tuan rumah. Daerah ini bukan hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alam dan budayanya, tetapi juga karena keberagaman masyarakat yang hidup di dalamnya.

Coba kita bayangkan posisi Sumatera Utara yang berbatasan dengan Sumatera Barat, Riau, dan Aceh. Dari kawasan pantai timur hingga pantai barat Aceh, terdapat berbagai hubungan sosial, budaya, ekonomi, dan sejarah yang terhubung dengan Sumatera Utara.

Belum lagi berbagai suku dan bangsa yang hidup berdampingan di daerah ini. Ada masyarakat Melayu, Batak dengan berbagai subkulturnya, Minangkabau, Jawa, Nias, Tionghoa, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Masing-masing memiliki bahasa, adat istiadat, tradisi, serta keyakinan yang menjadi bagian dari kekayaan kehidupan Sumatera Utara.

Keberagaman tersebut bukan sekadar identitas yang bisa dibanggakan, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk merawatnya. Sebab, hidup dalam keberagaman membutuhkan komunikasi, saling pengertian, penghormatan terhadap keyakinan, serta kesediaan untuk membangun harmonisasi di tengah berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Di sinilah Sumatera Utara menjadi tempat yang relevan untuk menyelenggarakan Muktamar. Para peserta yang datang dari seluruh penjuru Indonesia akan menemukan ruang perjumpaan yang menggambarkan bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan dan menjadi kekuatan bersama.

Muktamar sebagai Ruang Silaturahmi dan Konsolidasi

Bagi Muhammadiyah, Muktamar harus menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan hati dan pikiran. Kader dari berbagai wilayah datang dengan pengalaman, tantangan, dan dinamika organisasi yang tidak selalu sama.

Ada daerah yang Muhammadiyahnya sudah berkembang dengan banyak perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, dan berbagai amal usaha. Namun, ada pula daerah yang masih menghadapi keterbatasan mubaligh, kader, anggota, bahkan amal usaha yang harus terus dihidupkan.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Daerah yang sudah berkembang dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan, sementara daerah yang masih memiliki keterbatasan perlu mendapatkan perhatian dan dukungan.

Jangan sampai kebesaran Muhammadiyah hanya diukur dari banyaknya gedung, besarnya amal usaha, atau luasnya jaringan organisasi. Kekuatan Persyarikatan juga terletak pada kehidupan jamaah, keberadaan ranting, kualitas kader, serta kemampuan menghadirkan dakwah yang menggembirakan, mencerahkan, dan membebaskan.

Muktamar juga bukan semata-mata tentang siapa yang terpilih menjadi pimpinan. Bukan pula tentang siapa yang mendapatkan posisi dan siapa yang harus memberikan kesempatan. Lebih penting dari itu adalah bagaimana menjaga kesinambungan perjuangan, merawat persaudaraan, dan memastikan keputusan Muktamar dapat dirasakan hingga tingkat ranting.

Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, semangat kolektif-kolegial harus tetap menjadi pegangan. Jangan sampai perbedaan pilihan justru meninggalkan sekat dan mengurangi kekuatan persaudaraan sesama kader.

Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya

Tema Muktamar ke-49 ini juga mengandung pesan bahwa kecerdasan bangsa tidak cukup hanya diukur dari tingkat pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Kita membutuhkan kecerdasan sosial, kecerdasan komunikasi, dan kebijaksanaan dalam menghadapi perbedaan.

Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam membangun pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan dakwah. Semua itu merupakan kontribusi nyata bagi bangsa yang tidak dibatasi oleh perbedaan suku, golongan, maupun keyakinan penerima manfaatnya.

Islam berkemajuan harus terus hadir dengan sikap terbuka, mencerahkan, dan memberikan solusi bagi persoalan kemanusiaan. Teguh dalam prinsip, moderat dalam sikap, serta luas dalam pergaulan dan pengabdian.

Sumatera Utara dengan keberagamannya seolah memberikan pesan bahwa membangun bangsa membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan. Dibutuhkan kemampuan merawat perbedaan, menghargai keberagaman, dan membangun kolaborasi.

Pada akhirnya, Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah harus menjadi momentum mempertemukan hati, memperkaya pikiran, menguatkan barisan, dan memperluas pengabdian.

Kita berharap para peserta dan penggembira yang datang ke Sumatera Utara tidak hanya membawa pulang pengalaman mengikuti Muktamar, tetapi juga membawa pulang semangat persaudaraan, inspirasi, dan pengalaman tentang bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Muhammadiyah tentu saja bukan hanya ingin menjadi organisasi yang besar, tetapi juga gerakan yang terus memberikan cahaya bagi umat, bangsa, dan semesta.

Muktamar bukan sekadar pertemuan lima tahunan. Ia adalah perjumpaan untuk memperkuat silaturahmi, konsolidasi, dan harmoni dalam keberagaman dari seluruh Indonesia bahkan penjuru dunia.

Silaturahmi, Kolaborasi, Sinergi, Harmoni.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jufrikolommuktamar 49
Previous Post

Jadi Tersangka, LSP Diduga Perintahkan Penyadapan Ilegas Terhadap Presiden

Next Post

Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Evaluasi Kemampuan Bahasa Inggris, Tim Magang CoE PAI Gelar Monthly Challenge di SMKM 1 Mojokerto

Next Post
Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Evaluasi Kemampuan Bahasa Inggris, Tim Magang CoE PAI Gelar Monthly Challenge di SMKM 1 Mojokerto

Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Evaluasi Kemampuan Bahasa Inggris, Tim Magang CoE PAI Gelar Monthly Challenge di SMKM 1 Mojokerto

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.