Saat Berwudu, Apakah Boleh Berbicara?
Ketika berada di tempat wudu, terutama di masjid atau musala, biasanya akan bertemu dengan sejumlah orang yang sedang berwudu atau bersiap untuk melaksanakannya. Dalam kondisi seperti ini, obrolan ringan terkadang muncul secara spontan dan sulit dihindari. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, bolehkah berbicara saat berwudu?
وَمِنَ ٱلْأَدَبِ أَنْ لَا يَتَكَلَّمَ فِيهِ بِكَلَامِ ٱلنَّاسِ
Artinya: “Dan sebagian dari adab dari wudu adalah tidak berbicara.” (Syekh Ibnu Mazah Al-Hanafi, Al-Muhith al-Burhani [Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2004], juz I, halaman 48)
Sementara itu, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarah al-Muhadzdzab menjelaskan sejumlah sunah wudu yang sebaiknya diperhatikan, salah satunya adalah menjaga keutamaan wudu dengan tidak berbicara ketika sedang melaksanakannya. Dalam kitab tersebut, Imam An-Nawawi menjelaskan:
Artinya: “Dan agar tidak berbicara di dalam wudu kecuali jika ada kebutuhan,” (Imam An-Nawawi, Al-Majmu Syarah al-Muhadzdzab [Jeddah, Maktabah Al-Irsyad: t.t], juz I, halaman 489)
Selain itu, Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa sebagian para ulama menyebut bahwa berbicara ketika sedang wudu dan mandi wajib itu hukumnya makruh. Namun demikian, tingkat makruhnya belum mencapai makruh tahrim (makruh yang mendekati haram) melainkan lebih utama jika tidak melakukannya.
Selaras dengan pandangan Imam An-Nawawi, Syekh Abdul Aziz Al-Malibari dalam kitab Fathul Muin (Beirut, Daru Ibnu Hazm: 2004), halaman 57 menjelaskan, berbicara ketika berwudu sebaiknya ditinggalkan jika tidak ada keperluan yang mendesak, misalnya zikir dan menjawab salam.

