• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Empat Pesan Haedar Nashir untuk PCIM di Seluruh Dunia

Prof. Dr. Haedar Nashir Ketum PP Muhammadiyah

Haedar: IMM Harus Punya Watak Intelektual Sekaligus Ulil Albab

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
4 Juli 2021
in Persyarikatan
86

Denpasar, InfoMu.co – Sebagai kelompok muda terpelajar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir wajib menjadi kaum intelektual yang bersifat Ulil Albab.

“IMM harus punya pondasi dan orientasi intelektualisme. Ini mutlak 100 persen dan tidak bisa ditawar. Melekatkan mahasiswa dalam identitas dan organisasi ini mau tidak mau biarpun mahasiswa itu adalah sosok pembelajar yang belum tuntas, tetapi itu adalah embrio dari lahirnya intelektual, intelegensia atau sosok dan komunitas ulil albab yang akan menjadi pilar kemajuan Muhammadiyah, umat, bangsa, dan kemanusiaan global,” katanya dalam Tanwir XXX IMM, Sabtu (3/7).

Spesialisasi dalam bidang keilmuan apapun menurut Haedar harus mendalam. Meminjam istilah Al Jurjani, IMM dipesankan Haedar menjadi sosok yang mampu mengungkap antara fenomena dan realitas, antara yang batin dan zahir.
“Di tengah pandemi ini kita baru tahu dan bisa jadi tolok ukur bagaimana orang berilmu dan tidak berilmu. Bahkan yang berilmu pun itu tidak selalu ilmunya menghasilkan hikmah. Padahal di Alquran disebut bahwa orang tidak cukup diberi ilmu, harus naik tingkat lagi diberi ilmu dan hikmah,” kata Haedar.

“Berpikir mendalam, luas, multi perspektif. Kalau istilah mas Amin Abdullah itu berpikir interkoneksi. Itu harus menjadi santapan sarapan sehari-hari,” jelasnya.

Ambil Ilmu Dari Siapapun Termasuk Orang Ateis

Kiai Dahlan menurut Haedar adalah contoh ideal orang yang intelek sekaligus ulil albab. Kiai Dahlan menimba ilmu dari semua golongan iman dan kelompok secara objektif, termasuk dari mereka yang tak sepaham.

“Kata Buya Syafii Ma’arif hatta dari mereka yang ateis sekalipun. Untuk tahu kenapa mereka menjadi ateis dan alam pikir ateis bagi kepentingan dakwah. Dalam Bahasa lain IMM dan kader Muhammadiyah jangan jadi kader yang miopic. Seperti katak dalam tempurung. Belajarlah Islam, belajarlah ilmu-ilmu berbagai aspek,” pesannya.

“Nah orang yang berilmu dan hikmah itulah ulil albab, itulah Ar Rasikhuna Fil Ilm tapi harus dimulai dari alfabetanya kita belajar ilmu. Generasi kalian yang akan memimpin Muhammadiyah ‘Aisyiyah jauh lebih kompleks lebih dinamis kehidupannya,” kata Haedar.

“Jangan pernah cukup menjadi pimpinan IMM lalu berhenti belajar, berhenti membaca. Bahkan setiap hari sisihkan waktu untuk belajar, menulis, mengkaji. Kurangi media sosial yang hanya menciptakan kita menjadi sosok-sosok yang lagha, yang sia-sia, memproduksi hal-hal yang membuat kita makin bodoh, bukan tambah cerdas dan tambah berilmu,” tutupnya. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: imm
Previous Post

Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS Simbol Muhammadiyah Berkemajuan Abad Kedua

Next Post

Kolom Adam Chairivo: Panic Buying Susu Beruang dan Peran Masyarakat Digital

Next Post
Kolom Adam Chairivo: Panic Buying Susu Beruang dan Peran Masyarakat Digital

Kolom Adam Chairivo: Panic Buying Susu Beruang dan Peran Masyarakat Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.