550.000 Lebih Warga Israel Eksodus ke Berbagai Negara
INFOMU.CO | Jakarta – Bandara-bandara di Israel saat ini penuh sesak. Penerbangan keluar dari Israel penuh menuju kota-kota seperti New York/New Jersey, Miami, Los Angeles, London, dan Paris. Mereka mengungsi dalam jumlah besar, dan banyak yang menyatakan tidak akan kembali.
Setidaknya sejak setahun terakhir parlemen Isrhell (Knesset) melaporkan lebih dari 550,000 warga Isrhell kabur dari negaranya. Laporan Per Maret 2026 menunjukkan arus keluar warga di angka ribuan per bulan, terutama dari kalangan profesional dan warga dengan kewarganegaraan ganda.
Laporan terbaru dari Universitas Tel Aviv pada Maret 2026 menyoroti kekhawatiran serius mengenai jenis warga yang pergi. Sebagian besar adalah tenaga medis dan sektor teknologi yang memiliki mobilitas tinggi secara ekonomi cenderung mencari stabilitas di Eropa atau Amerika.
Sebagai contoh, pada tahun 2025, hanya 19.000 orang yang kembali ke Israel sementara hampir 70.000 orang tak kembali. Untuk tahun 2026, diproyeksikan yang kabur tak kembali akan lebih banyak. Kondisi keamanan yang sangat tegang dan biaya hidup yang besar di awal tahun 2026 menyebabkan tingkat ketidakpastian yang tinggi bagi penduduk Israel.
Kecemasan warga meningkat setelah muncul kabar akan ada pembicaraan di Islamabad, Pakistan, untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran tanpa melibatkan Isrhell.
Seandainya benar rumor bahwa AS mengadakan negosiasi dengan Iran di Pakistan tanpa Israel dan tanpa kehadiran orang Yahudi Amerika dalam negosiasi tersebut, itu berarti Israel berisiko makin terkucil dan tidak aman. Namun masih banyak yang optimis bahwa situasi akan tetap menguntungkan Isrhell karena raja-raja arab di teluk masih takut dan patuh kepada isrhell dan AS. (berbagai sumber)

