3.200 Kapal Masih Terdampar di Selat Hormuz
INFOMU.CO | Jakarta – PERANG memasuki hari ke-22. Media Teluk melaporkan bahwa terdapat sekitar 3.200 kapal yang terdampar, terdampar dengan kru atau awak kapalnya di Teluk Persia/Selat Hormuz.
Tidak ada yang membicarakan tentang apa yang sebenarnya terjadi di Teluk Persia saat ini. Mereka takut memberitakan mengenai terdamparnya ribuan kapal-kapal tersebut karena dapat mempengaruhi kondisi perekonomian global.
Ribuan kapal tersebut merupakan kapal komersial atau dagang, bukan kapal perang. Kapal yang mengangkut minyak, gas, pupuk, gandum, elektronik, obat-obatan dan barang kebutuhan hidup lainnya. Mereka tidak bisa keluar dan tidak bisa masuk. Terjebak di zona perang.
Kisah KETERJEBAKAN kapal-kapal itu diawali dari serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran tanggal 28 Februari, yang kemudian direspon atau dijawab oleh Iran dengan menutup Selat Hormuz.
Sumber berita di Teluk juga menyatakan bahwa banyak kru atau awak kapal yang mulai kehabisan makanan dan air minum. Para kru kapal mencoba menghubungi otoritas pelabuhan terdekat di kawasan Teluk memohon izin untuk berlabuh hanya untuk mengisi pasokan perbekalan kembali. Namun ditolak dengan alasan tertentu.
Krisis Selat Hormuz, skalanya 8 kali lebih besar dibanding dengan krisis yang pernah terjadi di Terusan atau Kanal Suez tahun 2023 saat Yaman memblokade Laut Merah. Saat itu, terdapat sekitar 400 kapal terperangkap, dan dengan jumlah ini saja sudah mengguncang rantai pasokan global selama berbulan-bulan.
Berkali-kali pihak Israel dan Amerika Serikat menyatakan bahwa Angkatan Laut Iran sudah hancur. Jika benar, mengapa kapal-kapal itu tidak bisa lewat? Mengapa masih terdampar? Lalu, siapa yang memblokir kapal-kapal tersebut?
Berkali-kali pihak Israel dan Amerika Serikat menyatakan bahwa Angkatan Laut Iran sudah hancur. Jika benar, mengapa Amerika Serikat berteriak-teriak meminta bantuan negara-negara NATO untuk menguasai Selat Hormuz dan menyerang Iran?
Satu hal yang pasti: perang masih terus berlanjut, dan selama itu berlanjut, maka keterjebakan kapal-kapal tersebut juga akan berlanjut.

