• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Jufri

Jufri

22 Ribu Mahasiswa dan Jalan Panjang UMSU Menuju World University

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
17 September 2026
in Kolom
0

22 Ribu Mahasiswa dan Jalan Panjang UMSU Menuju World University

Oleh: Jufri

Ada yang menarik dari sambutan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, M.Pd., pada pelantikan Rektor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Senin lalu.

Dalam sambutannya, Prof. Akrim menyampaikan kabar bahwa pada Tahun Akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa baru UMSU yang telah terdaftar mencapai sekitar 5.200 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 4.700 mahasiswa. Dengan tambahan tersebut, jumlah mahasiswa UMSU secara keseluruhan kini mendekati 22 ribu orang.

Yang juga menarik, pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari mahasiswa Indonesia. UMSU juga semakin menjadi pilihan mahasiswa dari luar negeri. Menurut catatan yang disampaikan, terdapat sekitar 1.200 mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di berbagai program studi di perguruan tinggi kebanggaan Muhammadiyah Sumatera Utara ini.

Bagi saya, angka tersebut menarik untuk direnungkan.

Di tengah kompetisi perguruan tinggi yang semakin ketat, termasuk perguruan tinggi negeri yang terus berkembang dan memperluas kapasitas serta kualitasnya, bertambahnya mahasiswa UMSU tentu merupakan kabar yang menggembirakan.

Apalagi ketika sebagian dari mereka datang dari berbagai negara. Ini menunjukkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya dapat dibangun melalui kerja sama di atas kertas, tetapi juga melalui kehadiran mahasiswa asing yang memilih datang dan belajar di kampus kita.

Namun, semakin besar sebuah perguruan tinggi, semakin besar pula amanah yang harus dipikul.

22 ribu mahasiswa bukan sekadar angka statistik. Di dalamnya ada 22 ribu lebih harapan mahasiswa dan keluarga, ada masa depan yang sedang dipersiapkan, ada kepercayaan masyarakat, sekaligus ada tanggung jawab akademik, moral dan kelembagaan yang tidak kecil.

Begitu pula dengan sekitar 1.200 mahasiswa asing. Mereka bukan hanya mahasiswa yang berasal dari negara lain. Secara tidak langsung mereka juga menjadi bagian dari wajah UMSU di mata dunia.

Karena itu, pertumbuhan kuantitas harus terus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas.

Slogan UMSU—“Cerdas, Unggul, Terpercaya, Melejit, dan Seunggul-Unggulnya”—tentu tidak cukup hanya menjadi rangkaian kata yang terpampang di lingkungan kampus. Ia harus terus dibuktikan melalui prestasi, inovasi, kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta kualitas lulusan.

Berbagai prestasi yang telah diraih UMSU tentu tidak lahir dari kerja satu atau dua orang. Ada kekompakan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan seluruh elemen kampus yang menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Kekompakan seluruh elemen UMSU menjadi salah satu kunci penting keberhasilan.

Sebab perguruan tinggi adalah sebuah ekosistem. Rektor tidak mungkin bekerja sendirian, demikian pula fakultas, program studi, dosen dan mahasiswa. Ketika semua bergerak dalam satu visi, saling menguatkan dan menjalankan peran masing-masing, capaian yang dihasilkan akan menjadi capaian bersama.

Begitu juga dengan proses internasionalisasi UMSU.

Perkuliahan, pertukaran pengalaman, penelitian maupun pengabdian mahasiswa di luar negeri bukan sekadar kesempatan untuk bepergian ke negara lain. Ada pengalaman akademik, sosial dan budaya yang dapat memperkaya cara pandang mahasiswa.

Mahasiswa belajar melihat bahwa masyarakat memiliki persoalan, budaya dan cara menyelesaikan masalah yang berbeda. Mereka bertemu dengan lingkungan akademik yang berbeda, berdialog dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, dan belajar beradaptasi dengan dunia yang lebih luas.

Pengalaman tersebut pada akhirnya dapat memperkaya khazanah berpikir lulusan UMSU setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.

Mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga pengalaman dan perspektif yang lebih luas. Inilah salah satu makna penting internasionalisasi perguruan tinggi: membuka jendela agar mahasiswa dapat melihat dunia, sekaligus membawa nilai-nilai positif dari pengalaman global itu kembali ke Indonesia.

Di sisi lain, tanggung jawab UMSU sebagai kampus berkemajuan dan bagian dari dakwah wasathiyah mengharuskan UMSU untuk tidak berhenti meningkatkan kualitas. Kemajuan akademik harus berjalan bersama dengan penguatan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan dan kebangsaan.

UMSU perlu terus menyeimbangkan setidaknya tiga tanggung jawab besar: tanggung jawab akademik, tanggung jawab dakwah keummatan, dan tanggung jawab kebangsaan.

Tanggung jawab akademik berarti menghadirkan pendidikan yang bermutu, penelitian yang relevan, inovasi yang bermanfaat dan lulusan yang kompeten.

Tanggung jawab dakwah keummatan berarti menjadikan ilmu sebagai bagian dari ikhtiar mencerahkan umat, membangun karakter, menghadirkan Islam yang moderat dan berkemajuan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara tanggung jawab kebangsaan berarti ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, merawat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Ketiganya tidak harus dipertentangkan.

Justru di situlah karakter perguruan tinggi Muhammadiyah diuji: sejauh mana kemajuan akademik dapat berjalan beriringan dengan dakwah dan pengabdian kepada bangsa.

Tantangan UMSU ke depan juga tidak hanya datang dari dalam negeri. Kompetisi perguruan tinggi semakin terbuka, sementara dunia kerja dan kehidupan sosial terus berubah mengikuti perkembangan teknologi, ekonomi, demografi dan berbagai perubahan global.

Karena itu, UMSU diharapkan mampu melahirkan sarjana dan lulusan yang bukan hanya memiliki ijazah, tetapi memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi dan kepedulian sosial yang dibutuhkan zamannya.

Mereka diharapkan mampu menjawab harapan dan kebutuhan masyarakat dalam berbagai bidang pengabdian, baik melalui pengabdian profesional maupun pengabdian sosial. Ada yang menjadi guru, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, peneliti, praktisi maupun pekerja sosial. Apa pun bidangnya, ilmu yang diperoleh di UMSU diharapkan memberikan manfaat bagi kehidupan.

Saya kira inilah bagian dari perjalanan panjang UMSU menuju cita-cita menjadi world university.

Menjadi perguruan tinggi kelas dunia tentu bukan sekadar memiliki gedung yang megah, jumlah mahasiswa yang besar atau banyaknya prestasi. Ada standar internasional yang harus dipenuhi, mulai dari kualitas akademik, riset, publikasi, jejaring internasional, inovasi, tata kelola, hingga daya saing lulusan.

Namun, dalam konteks UMSU, menjadi world university juga tidak berarti harus kehilangan jati diri sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah.

Justru tantangannya adalah bagaimana menjadi universitas yang berkelas dunia tetapi tetap berakar pada nilai-nilai Muhammadiyah; terbuka secara global tetapi tetap memiliki kepedulian keummatan dan kebangsaan.

Hari ini mencapai hampir 22 ribu mahasiswa, besok tantangannya adalah bagaimana memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan pendidikan terbaik. Hari ini memiliki lima lokasi kampus, tantangannya adalah bagaimana seluruh kampus menghadirkan standar mutu yang baik. Dan ketika sekitar 1.200 mahasiswa asing memilih belajar di UMSU, tantangannya adalah bagaimana menjadikan keberadaan mereka sebagai bagian dari ekosistem akademik yang semakin internasional.

Dan mungkin di situlah makna “melejit”.

Bukan sekadar tumbuh cepat, tetapi tumbuh dengan arah. Bukan hanya menjadi besar, tetapi semakin berkualitas. Bukan hanya dikenal karena jumlah mahasiswa, tetapi dihormati karena mutu, integritas dan kontribusinya.

Maka, kabar tentang hampir 22 ribu mahasiswa UMSU, termasuk sekitar 1.200 mahasiswa asing, seharusnya kita sambut dengan rasa syukur sekaligus kesadaran.

Syukur karena kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Kesadaran karena kepercayaan itu harus dipertanggungjawabkan.

Semoga UMSU terus cerdas, semakin unggul, semakin terpercaya, terus melejit dan benar-benar menjadi perguruan tinggi yang seunggul-unggulnya.

Dan jika suatu hari UMSU benar-benar berdiri sebagai world university, semoga ia tidak hanya menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah Sumatera Utara, tetapi juga menjadi salah satu bukti bahwa amal usaha pendidikan Muhammadiyah mampu berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, mencerahkan umat dan memberikan cahaya bagi semesta.

Silaturahmi, Kolaborasi, Sinergi, Harmoni.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: jufrikolommahasiswa baru umsuworld kampus university
Previous Post

Penanganan Longsor Ruas Medan-Berastagi di Sembahe Rampung Desember

Next Post

Dr. Kusnan Angkat Disertasi Wakaf Pohon, Raih Nilai Terpuji pada Sidang Promosi Doktor

Next Post
Dr. Kusnan Angkat Disertasi Wakaf Pohon, Raih Nilai Terpuji pada Sidang Promosi Doktor

Dr. Kusnan Angkat Disertasi Wakaf Pohon, Raih Nilai Terpuji pada Sidang Promosi Doktor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.