Universitas Ahmad Dahlan–TNI Kembangkan Rudal “Merapi-R”
INFOMU.CO | Yogyakarta – Kolaborasi antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yoqyakarta dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulau menunjukkan hasil konkret dalam pengembangan rudal anti pesawat “Merapi-R”
Proyek ini tidak hanya berhenti pada tahap riset, tetapi mulai diarahkan sebagai fondasi sistem pertahanan udara nasional.
Rudal tersebut bahkan dinilai berpotensi menjadi embrio sistem pertahanan udara mirip “Iron Dome” versi Indonesia
“Secara uji fungsi, rudal ini sangat potensial menjadi sistem taktis, bahkan bisa dikembangkan sebagai embrio sistem pertahanan udara seperti Iron Dome,” terangnya, dikutip Rabu (1/4/2026).
Namun demikian, Muchlas menegaskan bahwa sebagian besar spesifikasi teknis tidak dapat dipublikasikan. Pertimbangan keamanan dan strategi pertahanan menjadi alasan utama pembatasan informasi tersebut.
Pengembangan Merapi-R menandai pergeseran penting dalam ekosistem riset nasional. Kampus tidak lagi sekadar menjadi pusat akademik, tetapi mulai masuk ke sektor strategis pertahanan.
Kolaborasi dengan TNI memperlihatkan model baru, yakni sinergi antara akademisi dan militer dalam membangun kemandirian teknologi. Dalam konteks global, pendekatan ini lazim dilakukan negara maju untuk mempercepat inovasi pertahanan.
Jika dikembangkan lebih lanjut, Merapi-R berpotensi menjadi bagian dari sistem pertahanan berlapis, yakni konsep yang juga digunakan oleh Iron Dome milik Israel.
Meski potensinya besar, pengembangan sistem seperti Iron Dome bukan perkara sederhana. Sistem tersebut tidak hanya terdiri dari rudal pencegat, tetapi juga mencakup radar deteksi canggih, sistem komando dan kontrol real-time, jaringan integrasi data dan akurasi intersepsi tinggi dalam waktu singkat
Artinya, Merapi-R baru berada pada tahap awal dalam rantai panjang pembangunan sistem pertahanan udara modern.
Poject Leader sekaligus Kepala CIRNOV UAD, Prof Hariyadi menyampaikan bahwa penyempurnaan akan selalu dilakukan agar kualitas produk riset itu dapat memenuhi standar industri pertahanan dan keamanan (hankam), dan digunakan oleh TNI sebagai suatu persembahan anak bangsa kepada negara Indonesia tercinta.
Pengembangan Merapi-R menunjukkan dua hal penting. Indonesia mulai serius membangun kemandirian teknologi pertahanan. Keterlibatan kampus Muhammadiyah seperti Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menandakan adanya perluasan basis inovasi, tidak lagi bergantung pada impor atau industri militer semata.
Jika konsisten didukung negara, proyek ini berpotensi menjadi lompatan besar dalam pertahanan nasional. Namun tanpa kesinambungan kebijakan dan investasi, Merapi-R berisiko berhenti sebagai prototipe riset.
Merapi-R membuka babak baru dalam kolaborasi sipil-militer di Indonesia. Ia bukan sekadar rudal, tetapi simbol arah baru: menuju kemandirian teknologi pertahanan. Pertanyaannya kini bukan lagi “bisa atau tidak”, tetapi “seberapa serius Indonesia menuntaskannya.” (maklumat)

