UMSU Perkuat Jejaring ASEAN melalui Partisipasi pada P2A Indonesia Chapter dan Annual General Meeting (AGM 9) 2026 di UII Yogyakarta
INFOMU.CO | Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkokoh posisi sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional. Hal ini ditegaskan melalui keikutsertaan UMSU pada rangkaian kegiatan Passage to ASEAN (P2A) yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, melibatkan puluhan perguruan tinggi dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. UMSU diwakili oleh Agus Sani, Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kegiatan dimulai dengan P2A Indonesia Chapter, sebuah forum koordinatif nasional yang menyelaraskan langkah perguruan tinggi Indonesia dalam memperluas akses internasional bagi mahasiswa. Diskusi menitikberatkan pada penguatan program mobilitas, peluang magang internasional, serta peningkatan kolaborasi riset sebagai upaya membentuk mahasiswa Indonesia yang kompetitif di tingkat regional.
Forum kemudian dilanjutkan dengan P2A Annual General Meeting (AGM) tingkat Asia Tenggara. Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi universitas anggota untuk membahas arah pendidikan tinggi kawasan, yang tahun ini memusatkan perhatian pada isu integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Isu ini mencakup pemanfaatan AI dalam kurikulum, modernisasi pembelajaran, potensi riset kolaboratif, hingga penguatan tata kelola dan etika akademik di era digital. Para peserta menyadari bahwa AI bukan hanya teknologi pendukung, tetapi instrumen strategis yang akan membentuk masa depan pendidikan tinggi ASEAN.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, M.AP, memberikan apresiasi atas kehadiran UMSU dalam forum tersebut serta menegaskan pentingnya internasionalisasi sebagai pilar pengembangan institusi.
“UMSU terus berkomitmen untuk membangun jejaring akademik yang kuat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di wilayah ASEAN. Partisipasi dalam P2A menjadi bukti bahwa UMSU hadir dan berkontribusi dalam percakapan strategis mengenai masa depan pendidikan tinggi, termasuk dalam isu besar seperti transformasi digital dan integrasi AI. Ini penting untuk memastikan mutu pendidikan kita semakin relevan dan berdaya saing global,” ujar Prof. Agussani.
Dalam kesempatan yang sama, Agus Sani menambahkan bahwa forum P2A memberikan ruang bagi UMSU untuk memperluas kerja sama dan mempercepat internasionalisasi akademik.
“Diskusi dalam P2A sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi hari ini. Isu internasionalisasi dan AI membawa perspektif baru bagi UMSU dalam merancang program akademik dan strategi pengembangan institusi. Kami ingin memastikan mahasiswa UMSU tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi mampu menjadi bagian dari ekosistem ASEAN yang semakin terintegrasi,” jelasnya.
Keterlibatan UMSU dalam rangkaian kegiatan P2A ini memperkuat tiga pilar strategis institusi: penguatan mobilitas mahasiswa dan dosen, perluasan jaringan riset internasional, dan kesiapan institusi menghadapi transformasi digital berbasis AI. Partisipasi ini sekaligus menegaskan bahwa UMSU berada pada jalur yang tepat dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi global.
Dengan komitmen yang kuat terhadap kualitas dan kolaborasi, UMSU memandang momentum ini sebagai langkah maju dalam memperluas pengaruh akademik, memperkaya pengalaman internasional sivitas akademika, serta memperkuat peran UMSU sebagai bagian penting dari komunitas pendidikan tinggi di Asia Tenggara. (as)
