• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Ramadan sebagai Momentum Perubahan Sosial

Renungan Abdul Mu’ti Green Ramadan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
21 Februari 2026
in Literasi
0
Renungan Abdul Mu’ti Green Ramadan
DI antara masalah yang dihadapi bangsa Indonesia ialah lingkungan. Dari berbagai data disimpulkan ada sepuluh masalah lingkungan: sampah, banjir, pencemaran sungai dan air bersih, pencemaran udara, kerusakan hutan, kerusakan ekosistem laut, abrasi pantai, pencemaran tanah, pemanasan global, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Semua hal itu sudah sampai menjadi masalah yang sangat serius. Pada 2025, sampah di Indonesia sebanyak 12,4 juta ton, meningkat 14% jika dibandingkan dengan di 2020.
Kemudian, sepanjang 2023-2025, sampah terbanyak berupa makanan organik (40,12%-57%), plastik (16%-19,95%), dan kertas/karton (10%-11,34%). Sisanya berupa kaca, kayu, logam, dan lain-lain.
Puasa adalah ibadah yang di dalamnya dilarang makan dan minum dari fajar sampai magrib. Dengan ibadah itu, idealnya konsumsi makanan berkurang. Dari biasanya tiga kali sehari menjadi dua kali pada saat sahur dan iftar.
Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Konsumsi makanan meningkat signifikan. Ramadan identik dengan ‘pesta’. Makanan berlimpah, bahkan terbuang, saat berbuka puasa bersama dan acara open house lainnya.
Karena itu, puasa Ramadan hendaknya menjadi momentum untuk hidup bersih dan hemat, tidak konsumtif dan berlebihan (israf). Penghematan itu tidak terbatas pada makanan, tetapi juga energi listrik seperti lampu, AC, dan perabotan lainnya.
“Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berlebih-lebihan,” (QS al-Araf [7]:31).
Hakikat puasa tidak hanya meninggalkan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dan nafsu, serta meninggalkan perbuatan yang dilarang oleh Allah. Salah satunya ialah perilaku konsumtif, tabdzir, dan israf.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan green Ramadan yang bersih dari sampah, budaya hidup hemat, dan lingkungan yang asri. Sebagaimana ajakan Presiden Prabowo Subianto, kita jadikan Ramadan sebagai gerakan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik (bersih), dan indah. (MI)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: abdul mutigreen ramadan
Previous Post

Banjir Bukan Sekedar Peristiwa Alam, Tapi Masalah Tata Kelola Bencana dan Ekonomi Politik Kuasa

Next Post

Kolaborasi Muhammadiyah–LPDP Perkuat Ekosistem Riset dan SDM Unggul Indonesia

Next Post
Kolaborasi Muhammadiyah–LPDP Perkuat Ekosistem Riset dan SDM Unggul Indonesia

Kolaborasi Muhammadiyah–LPDP Perkuat Ekosistem Riset dan SDM Unggul Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.