Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Kunjungi TK ABA Terdampak Banjir di Medan, Fokus Pemulihan Psikososial Guru
INFOMU.CO | MEDAN — Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melakukan kunjungan ke TK ABA 12 Medan sekaligus memberikan layanan pemulihan psikososial bagi para guru yang terdampak banjir di Kota Medan, Ahad (11/1/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes, bersama rombongan. Hadir pula Ketua PPA Dr. Rohimi Zam Zam, S.Psi, SH, M.Pd, Bendahara Umum PP ‘Aisyiyah yang juga Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah yang juga Unsur Pengarah BNPB Rahmawati Husein, Ph.D, Ketua PW ‘Aisyiyah Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag beserta jajaran, Kepala BPMP Sumut Afrizal Sihotang, M.Si, Ketua Panitia sekaligus Ketua Majelis PAUDASMEN PWA Sumut Dra. Rusni, Ketua IGABA Sumut Siti Saleha, serta sekitar 50 guru TK ABA se-Kota Medan.
Sebelum memasuki ruangan, para tamu undangan disambut dengan penampilan marching band dari anak-anak TK ABA 12 Medan.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, ‘Aisyiyah selalu hadir bersama Muhammadiyah dalam merespons berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial.
“‘Aisyiyah memiliki majelis dan lembaga pendukung yang sudah terbiasa bergerak cepat. Dalam bencana alam, LLHPB langsung bekerja tanpa harus menunggu instruksi. Dampak bencana tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pendidikan, sehingga Majelis PAUD juga bergerak melihat kondisi lapangan dan melakukan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh gerakan ‘Aisyiyah berangkat dari semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, tanpa menunggu bantuan atau perintah dari pihak manapun, kader ‘Aisyiyah terbiasa bergerak secara bottom-up untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan umat, sekaligus bersinergi dengan program pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Salmah Orbayinah juga memberikan apresiasi tinggi kepada gerakan cepat Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam merespons bencana.
“Perempuan-perempuan ‘Aisyiyah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bergerak luar biasa. Mereka tidak menunggu instruksi pusat, langsung berkoordinasi dan memberikan bantuan. Bahkan di Aceh, para ibu menyeberangi sungai dengan tali karena jembatan putus. Ini menunjukkan kekuatan solidaritas dan koordinasi yang rapi bersama Muhammadiyah dan MDMC,” ungkapnya.
Sementara itu, Staf Khusus Mendikdasmen RI Dr. Rita Pranawati menyampaikan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana.
“Pendidikan adalah fondasi sumber daya manusia. Pada masa tanggap darurat dan rehabilitasi, fokus kita mulai dari pembersihan sekolah, dukungan bagi guru, penyediaan school kit, hingga layanan psikososial,” jelasnya.
Rita menambahkan, ke depan pemerintah juga tengah merencanakan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah terdampak, termasuk kemungkinan relokasi bagi sekolah yang sudah tidak layak. Dari sisi pembelajaran, kurikulum pascabencana akan bersifat fleksibel, menyesuaikan kondisi peserta didik, dengan penekanan pada kompetensi dasar minimal.
Dalam kegiatan psikososial tersebut, Rahmawati Husein, Ph.D menjadi pemateri dengan topik Psychological First Aid (PFA), sementara Dr. Rita Pranawati menyampaikan materi terkait kebijakan dan penerapan kurikulum pendidikan di masa pascabencana.
Kegiatan ini berlangsung di TK ABA 12 Medan, Jalan Brigjend Bejo Gang Turi No. 11, Medan, sebagai bagian dari komitmen ‘Aisyiyah dalam mendampingi pendidik agar dapat bangkit dan kembali menjalankan perannya secara optimal pascabencana.
Dalam kesempatan ini juga Pimpinan Pusat Aisyiyah memberikan bantuan APE kepada TK ABA 12, 15, 21 Medan dan Langkat yang terdampak banjir.
Kemendikdasmen yang dalam hal ini Staf Ahli Mendikdasmen Dr. Rita Pranawati juga memberikan bantuan berupa 10 paket APE(Alat Permainan Edukatif) dan bantuan pembersihan senilai Rp. 35 Juta. (syaifulhd/bess)

