Museum Muhammadiyah akan dipandu dan ditambah dengan kemajuan teknologi sekarang, seperti konsep Muhammadiyah yang berkemajuan
Medan, infoMu.co – Pembukaan Museum Muhammadiyah yang terletak di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang sempat ditunda pada November 2020 kemarin karena pandemi Covid-19 akan dilakukan pada Februari 2021.
Tim Ahli Museum Muhammadiyah, Riswinarno mengatakan, peluncuran museum ini akan dilakukan pada 2021. “Awalnya akan dibuka Juni 2020, mundur jadi November dan mundur lagi. Tahun depan itu sudah selesai, Februari sudah bisa dikunjungi,” katanya kepada Republika.co.id melalui telepon, Rabu malam(18/11).
Riswinarno menyebut, ada ratusan arsip yang akan mengisi museum ini. Arsip di museum ini nantinya didukung dengan teknologi informasi.
“(Museum Muhammadiyah) dipandu dan ditambah dengan kemajuan teknologi sekarang, seperti konsep Muhammadiyah yang berkemajuan. Jangan sampai masuk museum ternyata hanya lihat benda-lihat saja, tapi lebih menarik untuk generasi sekarang,” katanya.
Eksterior gedung Museum Muhammadiyah selesai pembangunan di Komplek kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Selasa (17/11). Rencananya museum ini akan diresmikan pada November ini.
Museum ini menjadi etalase sejarah dan dinamika pergerakan dakwah Muhammadiyah di masa lalu, masa kini, dan rencana Muhammadiyah di masa depan.
Selain itu, museum Muhammadiyah ini juga akan dilengkapi dengan berbagai artefak terkait sejarah Muhammadiyah. Ia menuturkan, saat ini artefak masih belum lengkap.
Ia pun masih berupaya melengkapi artefak hingga museum tersebut beroperasi nantinya. “Artefaknya memang sudah cukup banyak, tapi belum seperti kita masuk ke museum umum. Lebih banyak didominasi arsip dan foto, tapi kita upayakan untuk mengisinya,” ujarnya.
Ia menyebut, museum ini tidak hanya menampilkan sejarah berdirinya Muhammadiyah yang dibangun oleh KH Ahmad Dahlan. Namun, juga menjadi museum yang memperlihatkan bagaimana Muhammadiyah saat ini dan di masa depan.
“Latar belakang KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sudah tergambar di situ (museum), bagaimana kebesaran Muhammadiyah itu jadi sampai seperti sekarang. Tidak hanya sekarang, tapi pengembangan ke depan juga tercermin dari museum ini,” katanya.

