• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Krisis Pangan di Depan Mata, Muhammadiyah Diminta Segera Bergerak Antisipasi

Krisis Pangan di Depan Mata, Muhammadiyah Diminta Segera Bergerak Antisipasi

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
5 Juli 2022
in Uncategorized
86

Jakarta, InfoMu.co – Dunia berada di bayang-bayang ancaman krisis pangan. Selain karena dua tahun pandemi Covid-19, produksi pangan terganggu akibat perubahan iklim, serta peperangan antara Rusia dan Ukraina. Pada lawatannya ke Rusia dan Ukraina baru-baru ini, Presiden Jokowi meminta dibukanya kembali ekspor gandum dan pupuk.

Hal ini menurut Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, adalah sebuah isyarat. “Memang kemarin kepala negara sudah memberi sinyal bahwa akan terjadi krisis pangan. Tahun ini mungkin pangan masih banyak karena dari musim tanam tahun lalu, jadi belum terganggu,” ujarnya.

Dalam Catatan Akhir Pekan TvMu, Ahad (3/7), Dadang menyebut tanda-tanda ini juga mulai terlihat dari inflasi harga barang akibat adanya kelangkaan barang dan bahan bakar yang menyebabkan ongkos angkut impor itu mengalami kenaikan signifikan.

“Oleh karena itu diharapkan Indonesia waspada. Kalau memang terjadi seperti itu maka perlu dijadikan perhatian. Kita tanami lahan-lahan kosong dengan tanaman apa saja sehingga tahun 2023-2024 kalau ada krisis pangan kita tidak terlalu terpukul,” usul Dadang.

Lebih jauh, Dadang berharap lembaga dan majelis di Persyarikatan yang terkait dengan hal ini seperti Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan MDMC segera bergerak memikirkan solusinya meski kelaparan atau krisis seperti ini adalah siklus yang dikabarkan oleh Surat Al-Baqarah ayat 155. Program intensifikasi tanaman lewat pupuk organik yang telah sukses dilakukan MPM di Pengalengan, Tegal, Cirebon dan Kuningan sekian tahun lalu menurut Dadang juga perlu digalakkan lagi di lahan-lahan milik Persyarikatan.

“Aset Muhammadiyah yang berupa tanah itu sangat luas. Mungkin ribuan atau jutaan hektar. Saya kira itu perlu pemanfaatan betul dan kita gerakkan. Mungkin nanti MPM ata Pimpinan Pusat mengeluarkan himbauan atau maklumat memaksimalkan penanaman bahan pangan di Daerah, Cabang dan Ranting sehingga terjadi kesemestaan gerakan. Jangan diam,” pungkasnya. (afn/muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: dadang kahmadkrisis pangan
Previous Post

JCH Furoda yang Dikembalikan Gunakan Visa Warga Malaysia dan Singapura

Next Post

Polrestabes Medan musnahkan narkoba senilai Rp30 miliar

Next Post
Polrestabes Medan musnahkan narkoba senilai Rp30 miliar

Polrestabes Medan musnahkan narkoba senilai Rp30 miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.