• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Konsolidasi Nasional: Haedar Serukan Kesabaran, Kedalaman Berpikir, dan Revitalisasi Gerakan

Konsolidasi Nasional: Haedar Serukan Kesabaran, Kedalaman Berpikir, dan Revitalisasi Gerakan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
18 November 2025
in Persyarikatan
0

Konsolidasi Nasional: Haedar Serukan Kesabaran, Kedalaman Berpikir, dan Revitalisasi Gerakan

INFOMU.CO |  Bandung – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa kesuksesan sebuah gerakan besar seperti Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak cukup ditopang oleh kerja keras semata.

Kesabaran, kepekaan membaca ekosistem zaman, hingga kemampuan membedakan hal substantif dan hal yang sekadar tampil di permukaan, menjadi kunci keberlanjutan organisasi.

Hal itu disampaikannya dalam Pidato Iftitah Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2025, yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah, di Universitas Muhammadiyah Bandung, Senin (17/11).

Haedar mengingatkan bahwa keberhasilan sering kali terjebak dalam “keberhasilan maya” — apresiasi cepat di media sosial, “jempol sepuluh”, atau pujian sesaat — yang dapat membuat orang lalai dari kerja nyata.

“Kesuksesan itu resultan dari kesungguhan dan kesabaran. Banyak yang berhasil karena sungguh-sungguh, tapi gagal mempertahankan karena kurang sabar,” ujarnya.

Haedar sembari mengingatkan pepatah, “Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup.” Menurutnya, semakin besar Muhammadiyah, semakin besar pula tantangan dan riak-riak yang muncul.

Ia menyoroti perubahan besar yang dihadirkan revolusi teknologi informasi. Dunia digital yang berkembang cepat, katanya, dapat membuat manusia “manja” dan hanya belajar di permukaan, bergantung pada kecerdasan buatan.

Ia juga mengutip berbagai proyeksi tentang teknologi, termasuk riset-riset yang mencoba memperpanjang usia manusia hingga 150–500 tahun, serta gagasan Yuval Noah Harari tentang pergeseran persoalan hidup-mati dari ranah kosmologis menjadi teknis.

Menurut Haedar, tantangan terbesar bukan hanya kecanggihan AI, tetapi risiko hilangnya kepercayaan manusia pada kemampuan akalnya sendiri.

“Jangan-jangan kita menjadi one dimensional man — manusia satu dimensi yang serba instrumental,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menghadirkan agama, nilai, dan kemanusiaan di tengah ledakan teknologi.

Media sosial disebut Haedar sebagai ruang yang telah mengaburkan batas antara realitas nyata dan maya. Ia mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak terjebak pada hal-hal ornamental—yang tampak hebat di permukaan tetapi tanpa makna dan jejak substantif.

Ia menyinggung rendahnya tingkat kesopanan digital masyarakat Indonesia dan mengajak Muhammadiyah untuk menghadirkan etika publik melalui dakwah yang berkarakter akhlak al-karimah, merujuk pada nilai-nilai dalam Surah Al-Hujurat.

Haedar kemudian membahas perkembangan ideologi yang makin beragam di masyarakat. Meski dikatakan bahwa era pertentangan ideologi telah berakhir, ia menilai berbagai bentuk sosialisme, marxisme, liberalisme, serta ideologi-ideologi keagamaan tetap berkembang dan turut memengaruhi dinamika internal organisasi.

Mengomentari dinamika politik dan sosial terkini, Haedar mengingatkan pimpinan Muhammadiyah untuk tidak terburu-buru membuat pernyataan publik dalam merespons isu kebangsaan, mengingat kompleksitas faktor yang melatarbelakangi setiap peristiwa.

“Realitas kebangsaan itu tidak sederhana. Kita membawa organisasi besar, jadi harus penuh pertanggungjawaban,” tegasnya.

Haedar juga menyoroti persaingan antar-lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah harus membaca kebutuhan lokal sebelum membuka amal usaha baru, termasuk di wilayah-wilayah seperti Papua Pegunungan yang masih minim layanan.

Haedar menyoroti lemahnya pengalaman nasional dalam koperasi, namun justru di situ menurutnya terbuka peluang bagi Muhammadiyah untuk ikut merintis koperasi yang kuat, sejalan dengan agenda pemerintah.

UMKM, menurutnya, juga perlu langkah progresif agar menjadi pilar ekonomi warga persyarikatan.

Haedar menekankan bahwa Muhammadiyah harus terus berbuat dan merevitalisasi diri sesuai dengan amanat Muktamar Makassar. “Revitalisasi adalah langkah penting agar Muhammadiyah tetap relevan dan menjadi kekuatan moral yang memberi solusi bagi bangsa.” (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: haedar nashirkonsolidasi nasionalmuhammadiyah
Previous Post

PW Aisyiyah Sumut Gelar Konsolidasi Muktamar 49, Perkuat Lini Cabang dan Ranting

Next Post

Haedar Nashir Tekankan Tujuh Agenda Transformasi Muhammadiyah Pasca-Muktamar Solo

Next Post
Haedar Nashir Tekankan Tujuh Agenda Transformasi Muhammadiyah Pasca-Muktamar Solo

Haedar Nashir Tekankan Tujuh Agenda Transformasi Muhammadiyah Pasca-Muktamar Solo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.