• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kolom dr.  Hendra Sutysna : Bekam (Hijamah) Bagi Kesehatan

Kolom dr. Hendra Sutysna : Bekam (Hijamah) Bagi Kesehatan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
8 Agustus 2022
in Kesehatan, Kolom
86

Bekam (Hijamah) Bagi Kesehatan
Oleh: dr. Hendra Sutysna, M.Biomed, Sp.KKLP,AIFO-K

Bekam, merupakan salah satu pengobatan empiris tertua di dunia, berusia ribuan tahun yang sudah ada sejak 2000 tahun sebelum masehi, jauh sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai pembawa syariat Islam dan telah dipraktikkan oleh berbagai macam peradaban besar kuno di dunia termasuk Mesir, Persia, Babilonia, Cina, India, Yunani dan Romawi. Sebagai pengobatan yang paling lama, bekam sudah dikenal luas di masyarakat dengan segala versinya, seperti cupping therapy, kop, blood letting therapy,al-hijamah, candhuk, canthuk, dan lain-lain. Hingga sampai ke Indonesia, ternyata belum banyak masyarakat yang tahu metode pengobatan ini. Sementara itu belum ada data statistik yang menggambarkan berapa prosentase masyarakat yang tahu dan paham tentang metode pengobatan bekam.

Bekam merupakan bagian dari teori pengobatan dengan mengeluarkan darah. Pada jaman Cina kuno teknik pengobatan ini disebut dengan pengobatan tanduk, karena tanduk digunakan sebelum adanya cup atau gelas dari kaca maupun pelastik. Sedangkan di Eropa pada abad ke-18 lintah digunakan sebagai alat dalam melakukan pembekaman. Pada zaman dahulu orang-orang harus menempuh perjalanan yang melelahkan menggunakan kendaraan sederhana berupa hewan tunggangan. Hal ini sering membuat orang-orang jatuh sakit. Masyarakat pada zaman tersebut percaya bahwa hal-hal yang menyebabkan penyakit di dalam tubuh bisa ditarik keluar melalui terapi bekam.

Meskipun bekam ini telah di praktekkan sejak ribuan tahun yang lalu, akan tetapi bekam baru dibawa ke Indonesia oleh pedagang-pedagang muslim baik dari negri Arab ( Yaman, Mesir dll ) pada zaman kerajaan abad 13 Masehi. Di masa perkembangannya, bekam di ajarkan dan menyebar melalui pesantren-pesantren tradisional, baru kemudian di kenal di masyarakat umum / para orang-orang tua kita di tahun 1900 –an yang kita kenal dengan nama cop atau cantuk, dan marak-maraknya di tahun 2000-an sampai sekaran yang kita sebut dengan Bekam atau Hijamah.

Defenisi Bekam
Dalam sebuah bukunya, Ibnu Al-Qayyim lebih jauh menyebutkan bekam adalah proses mengeluarkan darah melalui kulit yang tujuannya untuk mengeluarkan darah kotor dari badan seseorang dengan cara memberi sedikit perlukaan pada kulit permukaan bagian tertentu tubuh, seperti kepala atau bagian punggung badan. Darah kotor yang keluar itu, dihisap dengan cara memanaskan bagian dalam tanduk atau cawan atau wadah kaca panas untuk menciptakan tekanan negatif. Tanduk atau cawan atau wadah kaca yang sudah dipanaskan tadi lalu ditelungkupkan di atas permukaan kulit yang telah diberi perlukaan.

Keutamaan Terapi Bekam
Pada era kemunculan Islam, terapi bekam tidak hanya menjadi sebatas saran terapi, melainkan telah menjadi Sunnah Nabi setelah didukung dan sebagian aspeknya telah dijabarkan oleh Rasulullah Saw. dalam hadis-hadisnya. Pada zaman Nabi Saw., bekam sudah banyak di kerjakan para sahabat. Bahkan menjadi sunnah dan kebiasaan mereka. Nabi Muhammad Saw. selain memerintahkan umatnya untuk berobat dengan bekam juga memberikan petunjuk tentang tempat-tempat di bagian tubuh manusia yang sangat baik untuk bekam. Walaupun Nabi Saw. sendiri bukan tabib, namun umat Islam percaya semuanya itu berdasarkan petunjuk Allah Swt.

Rasulullah Saw. dalam suatu sabdanya pernah menegaskan efektivitas bekam dan mengajak para sahabat untuk melakukan bekam. Meskipun bekam bukanlah urusan beribadah kepada Allah Swt., namun mendapat perhatian dari Rasulullah Saw. Bahwa bekam merupakan perbuatan yang baik. Pada zaman Rasulullah Saw., bekam sudah
menjadi perbuatan sehari- hari masyarakat, sehingga para sahabat khawatir kalau-kalau bekam itu bertentangan dengan Islam. Lalu, Rasulullah Saw. membolehkan membekam, bahkan memerintahkannya. (Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhori dalam Ath-Thibb (5680 dan 5681) Bab III: Asy-Syifa fi tsalatsin. “ Jika pada obat yang kalian pergunakan itu terdapat suatu kebaikan, maka itu adalah berbekam.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah ).

Beliau juga menentukan beberapa titik pada bagian tubuh yang bila dibekam akan membawa kesembuhan dengan seizin Allah Ta’ala. Begitu juga, beliau menetapkan waktu terbaik untuk melaksanakan bekam, serta tindakan prosedur kehati-hatian yang harus di ambil pembekam sebelum dan sesudah proses bekam.

Jenis Terapi Bekam
Terapi bekam memiliki beberapa jenis berdasarkan tekniknya, yaitu : bekam kering, bekam
basah, dan bekam luncur
1. Bekam kering adalah terapi bekam yang dilakukan hanya dengan memberikan tekanan negatif
pada permukaan kulit tanpa memberikan perlukaan kulit maupun tanpa proses pengeluaran darah.
2. Bekam basah adalah terapi bekam yang dilakukan dengan menerapkan sayatan kecil atau tusukan
jarum kecil serta dibantu dengan memberikan juga tekanan negatif agar darah (darah kotor) keluar.
3. Bekam luncur merupakan terapi bekam yang bisa dilakukan pada saat bekam kering atau bekam
basah. Bekam luncur memiliki teknik menggerak-gerakan cawan ke berbagai arah dengan bantuan
minyak pijat seperti minyak zaitun.

Terapi Bekam Dalam Perspektif Kedokteran
Pandangan yang berbeda terhadap bekam hadir pada zaman sekarang ini, di mana semua terapi penyembuhan dalam dunia kedokteran haruslah terukur dan selalu berbasis kepada bukti ilmiah yang sahih dan valid. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan semakin banyaknya penelitian mengenai bekam dengan berbagai macam parameter pengukuran, dengan berbagai macam pendekatan penyakit dan dengan pemanfaatan berbagai alat-alat yang lebih canggih, maka akan semakin banyak bukti ilmiah kedokteran yang didapat untuk menunjukkan manfaat bekam dalam konteks penyembuhan penyakit maupun pencegahan penyakit. Sehingga bisa menjadi terapi komplementer yang diterima luas oleh masyarakat, diterima sebagai salah satu pengobatan alamiah yang ilmiah dan juga dapat diajarkan pada mahasiswa kedokteran sebagai bagian dari kurikulum pendidikan kedokteran. Secara medis modern, bekam merupakan proses pem-vakuman sehingga menimbulkan
tekanan negatif pada kop, efeknya terjadi mekanisme peradangan ringan dan hipoksia jaringan.

Kondisi hipoksia (minim oksigen) ini akan memberikan efek yang baik untuk merangsang system tubuh memproduksi sel darah merah, juga menimbulkan efek vasodilatasi dan relaksasi otot dan menenangkan saraf simpatis. Selanjutnya ketika kulit dilukai atau ditusuk akan membuka skin barrier dan akan menarik atau mengeluarkan darah kotor atau racun tadi. Dan terjadinya inflamasi (peradangan) pada jaringan kulit yg sehat, kemudian berlanjut dengan terjadinya proses pelepasan mediator radang (serotonin, bradikinin, histamin & zat-zat lain). Inflamasi ringan juga dapat menimbulkan efek relaksasi pada otot-otot yg kaku. Dampak akibat bekam akan mengurangi resistensi (tahanan) vaskuler (pembuluh darah) perifer dengan menarik sumbatan oleh sel darah merah yang tua, sehingga tekanan darah bisa turun akibat menurunnya tahanan pembuluh darah
perifer.

Mekanisme ini hanya ada di metode pengobatan dengan bekam basah. Bekam juga dapat menstimulasi peningkatan Endorfin di otak lalu merangsang parasimpatis, akan menyebabkan penurunan denyut jantung dan vasodilatasi vaskuler perifer, akhirnya akan menurunkan tekanan darah.

Manfaat Terapi Bekam
Secara umum dapat disimpulkan bahwa terapi bekam memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan yang dapat dibuktikan secara ilmiah diantaranya, yaitu:
• Melancarkan peredaran darah, menghilangkan zat sisa endapan pada sumbatan
pembuluh darah kecil biasanya terdapat pada kulit
• Mengurangi/menghilangkan rasa nyeri/badan kaku
• Menurunkan kadar gula darah, asam urat dan kolesterol darah.
• Merangsang pembentukan sel darah merah yg baru,
• Mengeluarkan sisa metabolisme tubuh (metabolit/toksin).
• Membantu meringankan/mengatasi nyeri kronik
• Membantu meredakan tekanan darah tinggi, memperlacar aliran darah
• Meringankan beban kerja organ-organ tubuh seperti liver, ginjal dan limpa
• dsb

Berbagai manfaat kesehatan dari terapi bekam puasa tersebut akan dapat dirasakan jika bekam dilaksanakan secara benar sesuai standar prosedur kesehatan yang di akui Kementerian Kesehatan RI dalam hal ini. Dan manfatnya akan lebih bermakna lagi jika pelaku bekam juga dapat hidup dalam pola hidup sehat, tidak berlebihan, dan taat dalam beribadah semata hanya karena Allah ta’ala.

Bagi Anda yang menderita sakit atau dikhawatirkan bekam akan memberikan dampak buruk pada penyakit yang sedang diderita, konsultasikanlah dengan dokter ahli bekam, apakah Anda boleh berbekam atau tidak dalam kondisi tubuh tertentu. Sebab pelaksanaan terapi bekam juga mesti didasarkan pada landasan keilmuan kesehatan yang cukup agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak kita harapkan dalam proses pelaksanaan bekam tersebut. Selamat berbekam, selamat bersunnah dalam menjaga kesehatan, smoga kita semua slalu dalam keadaan sehat wal a’fiat. Aamiin. (***)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Previous Post

PRIM New South Wales Australia Berkhidmah untuk Miliki Amal Usaha

Next Post

Kolom Safrin Octora: Kisah di Lampu Merah

Next Post
Kolom Safrin Octora: Kisah di Lampu Merah

Kolom Safrin Octora: Kisah di Lampu Merah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.