• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Ketegangan Membesar di Tepi Barat, Bulldozer Israel Ratakan Rumah di Beit Hanina

Ketegangan Membesar di Tepi Barat, Bulldozer Israel Ratakan Rumah di Beit Hanina

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
16 Februari 2026
in Sosial Politik
0

Ketegangan Membesar di Tepi Barat, Bulldozer Israel Ratakan Rumah di Beit Hanina

INFOMU.CO | Gaza – Deru mesin alat berat kembali memecah keheningan di pinggiran Jerusalem Timur. Di bawah pengawalan ketat aparat keamanan Israel, sebuah hunian milik warga Palestina di Beit Hanina rata dengan tanah dalam hitungan jam. Pemandangan ini seolah menjadi fragmen kecil dari potret besar ketegangan yang terus mendidih di wilayah pendudukan Tepi Barat.

​Laporan terbaru dari koresponden lapangan menyebutkan bahwa penghancuran rumah di Beit Hanina tersebut dilakukan dengan dalih ketiadaan izin konstruksi. Namun, bagi warga setempat, prosedur perizinan yang diberlakukan otoritas Israel dianggap sebagai labirin birokrasi yang nyaris mustahil ditembus. Akibatnya, banyak warga terpaksa membangun di atas tanah milik mereka sendiri tanpa dokumen resmi, meski risiko penggusuran selalu membayangi setiap saat.

​”Kami tidak hanya kehilangan dinding dan atap, kami kehilangan memori dan masa depan yang kami bangun perlahan,” ujar salah satu warga yang terdampak, menggambarkan keputusasaan yang kini menyelimuti kawasan tersebut.

​Penghancuran bangunan di Beit Hanina ini berjalan beriringan dengan intensitas operasi militer Israel yang meningkat di berbagai titik di Tepi Barat. Sepanjang akhir pekan lalu, serangkaian penggerebekan dilaporkan terjadi di wilayah Jenin, Nablus, hingga Hebron.

​Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya keamanan untuk memburu sel-sel yang dianggap membahayakan stabilitas. Kendati demikian, bagi organisasi-organisasi hak asasi manusia, pola penggerebekan yang masif ini justru memicu siklus kekerasan baru.

​Dalam operasi tersebut, selain penangkapan sejumlah individu, infrastruktur publik seperti jalanan dan jaringan listrik di beberapa kamp pengungsi juga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat alat berat militer. Hal ini menambah beban ekonomi dan sosial bagi warga Palestina yang sudah bertahun-tahun hidup di bawah tekanan blokade dan pembatasan pergerakan.

​Ironi di Tanah Sengketa

​Warga Palestina di Tepi Barat saat ini bukan sedang didera perampasan lahan. Lebih dari itu adalah krisis kemanusiaan yang semakin akut. Data dari lembaga pemantau internasional menunjukkan adanya tren peningkatan penghancuran bangunan Palestina secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

​Di sisi lain, kebijakan ini kian mempertegas jurang pemisah antara harapan akan solusi dua negara dengan realitas di lapangan. Penghancuran rumah sering kali dipandang sebagai instrumen tekanan politik yang membuat pemukiman warga asli kian terdesak oleh perluasan pemukiman ilegal yang terus tumbuh di sekitarnya.

​Dunia internasional, melalui berbagai forum di Perserikatan Bangsa-Bangsa, berulang kali menyerukan penghentian tindakan unilateral ini. Namun, di gang-gang sempit Beit Hanina dan debu yang mengepul di Jenin, seruan itu terasa jauh. Yang tersisa kini hanyalah puing-puing beton dan warga yang harus kembali merajut asa dari nol, di tengah ketidakpastian yang tak kunjung usai. (jakartamu)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: haninatepi barat
Previous Post

Mengapa Puasa 2026 Dimulai 18 Februari?

Next Post

SUMU Tulungagung Bahas Strategi “Bisnis Gacor” Jelang Ramadhan 2026

Next Post
SUMU Tulungagung Bahas Strategi “Bisnis Gacor” Jelang Ramadhan 2026

SUMU Tulungagung Bahas Strategi “Bisnis Gacor” Jelang Ramadhan 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.