• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kemendikdasmen Gandeng Poros Pelajar dalam Diskusi Publik Hari Kartini

Kemendikdasmen Gandeng Poros Pelajar dalam Diskusi Publik Hari Kartini

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
23 April 2026
in Pendidikan
0

Kemendikdasmen Gandeng Poros Pelajar dalam Diskusi Publik Hari Kartini

INFOMU.CO |  Jakarta – Kartini bukanlah sekadar nama yang setiap tanggal 21 April selalu diperingati dengan berbagai ekspresi berbusana adat Nusantara. Kartini adalah energi bagi gerakan perempuan Indonesia yang berjuang  untuk pendidikan, keadilan, dan kesempatan.

Pandangan itu disampaikan oleh Kepala Biro Umum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Herdiana saat membuka Diskusi Publik bertajuk Perempuan dan Pendidikan, yang diselenggarakan Kemendikdasmen bersama Poros  Pelajar dari perwakilan berbagai organisasi kesiswaan se Indonesia di Tangerang Selatan Selasa (21/1/2026).

Oleh karena itu, lanjut Herdiana, memaknai Hari Kartini harus melihat energi, gerakan, dan gagasannya tentang pendidikan, keadilan, dan kesempatan yang sampai kapan pun tidak akan pernah selesai.

“Kalau hari ini kita masih berbicara tentang pendidikan, berbicara tentang keadilan, juga tentang kesempatan,  itu artinya semangat Kartini masih sangat relevan sampai saat ini” sambut Herdiana.

Menurut Herdiana ada tiga peran  penting perempuan dalam  pendidikan.

Pertama, berkaitan dengan pendidik karakter, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas di Kemendikdasmen. Seorang ibu menjadi tempat anak belajar pertama kali tentang akidah, akhlak, dan nilai nilai kehidupan.

Kedua, perempuan sebagai pilar generasi. Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh pendidikan yang diberikan oleh perempuan.

Ketiga, perempuan  menjadi fondasi pendidikan. Ibu mendidik anak sejak lahir, bahkan sejak di dalam kandungan.

Tentang kesempatan pendidikan bagi perempuan, Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal Desi Elvera Dewi, menyampaikan bahwa ada peningkatan peran perempuan saat ini, termasuk juga partisipasi dalam pendidikan yang meningkat. Walaupun menurut Desi masih terdapat catatan dalam partisipasi pasar kerja dan sosial-ekonomi.

“Meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat penurunan partisipasi dalam pasar kerja dan sektor sosial-ekonomi. Banyak perempuan yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja,” tambah Desi.

Hadir dalam acara ini perwakilan  dari Poros Pelajar Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Dany Rahmat Muharram, Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Muhammad Ghulam Dhofir, dan Ketua Bidang Pendidikan, Pemberdayaan, Pengembangan SDM Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU).

Sudut pandang dari pemerintah dalam hal ini Kemendikdasmen dilengkapi oleh perspektif Poros Pelajar yang mewakili suara pemuda Indonesia. Perwakilan IPM, IPNU, dan IPPNU menyampaikan pendapat mereka tentang partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan.

Ketua Umum PP IPM menyampaikan bahwa perlu adanya pendidikan yang berkualitas dan merata untuk terus meningkatkan kesetaraan di ruang publik. “Peran aktif pelajar dan masyarakat untuk berpikir kritis, khususnya pelajar sekarang sudah menjadi subjek untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas,” tukas Dany.

Ketua Bidang Organisasi PP IPNU Muhammad Ghulam Dhofir, memaparkan bahwa pelajar terkhusus perempuan perlu ikut ambil peran dalam pengembangan kualitas diri. “Pelajar perlu tahu minat mereka di mana, supaya daat mengembangkan diri. Bisa mulai sendiri dengan self branding kalau sudah percaya diri, atau bisa join dengan komunitas seperti IPM, IPNU, atau IPPNU. Membaca juga sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk memperluas wawasan dan meningkatkan diri,” kata Ghulam.

Nada dari PP IPPNU menekankan ada 3 refleksi kunci yang terinspirasi dari semangat Kartini, yaitu agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Melalui tiga hal ini pelajar perempuan perlu meneruskan perjuangan Kartini untuk mengikis dominasi laki-laki di ruang publik. “Para pemuda khususnya pelajar perempuan untuk mendobrak fenomena male mainstream, yaitu dominasi laki-laki di ruang publik,” kata Nada. (ek-nb)

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: kartinipendidikan
Previous Post

UINSU Kukuhkan 14 Guru Besar, 4 Diantaranya Kader Muhammadiyah

Next Post

Guru Besar dan Rasa Kecil yang Terlupa

Next Post
Menata Dakwah Berbasis Data: Pelatihan SiCARA dan SiMasMu LPCR PM PWM Sumut di Tebing Tinggi

Guru Besar dan Rasa Kecil yang Terlupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.