• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
3 Oktober 2026
in Sosial Politik
0

Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

INFOMU.CO |  Jakarta – Pergantian kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan momentum untuk memperkuat integritas, profesionalitas, dan kepercayaan publik terhadap Polri. Dengan pengalamannya, Suyudi wajib menjawab harapan besar masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Listyo Sigit yang memimpin Polri sejak 2021. Pelantikan itu sekaligus menaikkan pangkat Suyudi dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi.

Suyudi merupakan lulusan Akpol 1994 yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Ia pernah bertugas di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri, menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, serta Kapolda Banten.

Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025. Dalam periode tersebut, BNN melaporkan pengungkapan 773 kasus narkotika dengan 1.214 tersangka sepanjang 2025, termasuk penyitaan 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, dan 1,2 ton ketamin.

BNN juga melaporkan pengungkapan enam perkara tindak pidana pencucian uang terkait narkotika dengan aset sekitar Rp144,19 miliar.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Abdul Aziz mengatakan pengalaman tersebut adalah menjadi modal menghadapi kejahatan terorganisasi, jaringan narkotika, pencucian uang, dan kejahatan lintas wilayah.

Namun Azis mengingatkan, tugas Suyudi sebagai Kapolri jauh lebih luas. Aziz meminta penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tidak diskriminatif, termasuk terhadap pihak yang memiliki kekuasaan, jabatan, jaringan, maupun modal. ”Agenda reformasi Polri harus dilanjutkan,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/10/2026).

Aziz menyinggung rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), antara lain penguatan Kompolnas, pembenahan tata kelola kelembagaan, serta pengaturan penempatan personel Polri di luar struktur. Rekomendasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan yang terukur. “Kritik memang sakit, tapi lebih sakit jika kritik tak didengarkan,” ujar Aziz.

Dalam pemberantasan korupsi, GMPK meminta Polri tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku individual. Penanganan perkara juga dinilai perlu diarahkan untuk membongkar jaringan, termasuk suap, pemerasan, perdagangan pengaruh, pencucian uang, mafia proyek, kejahatan pertanahan, dan kejahatan sumber daya alam.

Aziz menyebut pengalaman Suyudi dalam penanganan TPPU narkotika dapat menjadi modal untuk memperkuat pendekatan follow the money.

GMPK juga meminta pembinaan karier di lingkungan Polri mengedepankan meritokrasi dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, rekam jejak, dan prestasi. “Kapolri baru tidak hanya menerima tongkat komando, tetapi juga menerima harapan publik yang besar,” kata Aziz. (jakartamu)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: kapolri
Previous Post

Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

Next Post

Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

Next Post
Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 49
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.