Hilman Latief Ingatkan Warga Muhammadiyah tentang Risalah Islam Berkemajuan
INFOMU.CO ! DELI SERDANG — Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Hilman Latief, M.A., Ph.D., mengingatkan pentingnya menjadikan Risalah Islam Berkemajuan sebagai pedoman utama dalam menjalankan kehidupan bermuhammadiyah. Pesan tersebut disampaikannya dalam tausiyah pada kegiatan Hari Bermuhammadiyah di Kabupaten Deli Serdang. Ahad, 8 Februari 2026.
Prof. Hilman Latief mengajak seluruh warga persyarikatan untuk bermuhammadiyah dengan penuh kegembiraan. Menurutnya, kegembiraan itu lahir dari kesadaran bahwa Muhammadiyah adalah organisasi besar yang hadir nyata di berbagai kecamatan dan wilayah, dengan kerja-kerja dakwah yang selalu identik dengan gerakan amal saleh.
Ia menyebut Sumatera Utara sebagai daerah yang sangat istimewa. Wilayah ini akan menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional ketika jutaan warga Muhammadiyah berkumpul dalam pelaksanaan Muktamar ke-49.
“Ini adalah anugerah yang luar biasa dan tidak mudah. Sumatera Utara mendapatkan kesempatan besar yang harus disyukuri dan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Terkait persiapan Muktamar, Prof. Hilman Latief menegaskan pentingnya terus memantau perkembangan pembangunan dan kesiapan sarana pendukung. Kabupaten Deli Serdang diharapkan dapat menjadi daerah penyangga, di mana para peserta Muktamar tidak hanya menginap di hotel, tetapi juga di lokasi Muktamar, amal usaha Muhammadiyah, maupun rumah-rumah warga persyarikatan sebagai wujud solidaritas dan ukhuwah.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan hasil Muktamar ke-48 Muhammadiyah tahun 2022 di Surakarta, yakni lahirnya Risalah Islam Berkemajuan.
Menurutnya, berislam dalam Muhammadiyah memiliki manhaj dan pedoman yang jelas. Risalah Islam Berkemajuan menjadi panduan penting dalam menjalankan ajaran Islam yang mencerahkan, memajukan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Prof. Hilman Latief kemudian menjelaskan empat karakter utama Risalah Islam Berkemajuan. Pertama, Islam sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Dakwah bukan perkara mudah, namun Muhammadiyah hadir melalui berbagai bidang seperti sosial, pendidikan, keagamaan, hingga partisipasi aktif dalam penanganan bencana. Di mana pun berada, identitas Muhammadiyah harus tetap membawa misi dakwah.
Kedua, Islam sebagai gerakan tajdid (pembaruan). Muhammadiyah tidak hanya bergembira dalam kebersamaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat. Ia mengingatkan bahwa tidak banyak organisasi yang mampu bertahan lebih dari 100 tahun. Muhammadiyah dapat terus eksis karena komitmennya pada tajdid, termasuk di bidang pendidikan, sosial, dan manajemen keuangan.
Ia mencontohkan besarnya amal usaha Muhammadiyah, seperti puluhan ribu sekolah, ratusan perguruan tinggi, rumah sakit, dan lembaga sosial. Semua itu, menurutnya, tidak mungkin dikelola tanpa semangat pembaruan yang berkelanjutan.
“Muhammadiyah harus tampil rapi, teratur, berbasis sistem dan aturan. Contohnya Lazismu yang kini mampu menghimpun dana hingga ratusan miliar rupiah,” ujarnya.
Ketiga, Islam sebagai gerakan ilmu. Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan yang mengedepankan ilmu pengetahuan, dengan jaringan perguruan tinggi yang luas. Keilmuan menjadi fondasi penting dalam cara Muhammadiyah berislam, berpikir, dan mengambil keputusan keagamaan maupun sosial.
Keempat, Islam sebagai gerakan amal. Amal saleh, menurut Prof. Hilman Latief, tidak terbatas pada ibadah saja, tetapi juga harus memberikan dampak sosial yang nyata. Karena itu, ia mendorong revitalisasi amal usaha Muhammadiyah, badan-badan, dan perguruan tinggi sebagai arena perjuangan, bukan sekadar zona nyaman.
“Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus menghidupkan Muhammadiyah, menjaga semangat berkemajuan, dan menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
Tabligh Akbar yang mengusung tema “Meneguhkan Iman, Menguatkan Silaturahmi” ini menghadirkan Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Hilman Latief, M.A., Ph.D., sebagai penceramah utama.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Sekretaris PWA Sumut Dra. Zubaedah Pohan, Ketua PDM Deli Serdang H. Ibnu Hajar, S.Sos., S.Pd., Ketua PCM Tanjung Selamat Perjuangan H. Nuraidi, Kepala Desa Tanjung Selamat Satian Andinata, para ketua PCM dan PRM, unsur majelis dan ortom se-Muhammadiyah Kabupaten Deli Serdang, serta ratusan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. (AH/bess)

