Medan, InfoMu.co – Data Covid19 Sumatera Utara amburadul. Pengimputan data di beberapa daerah terutama Medan dan Madina dinilai tidak benar. Kesalahan data itu mengakibatkan Kabupaten Madina masuk ke level-4 PPKM. Untuk itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang baru dilantik, drg. Ismail Lubis untuk segera membenahi data dimaksud.
Selain itu, Gubernur Sumatera Utara arahannya, Edy meminta agar Ismail bisa melakukan percepatan penanganan Covid-19 di Sumut. Dia juga mengingatkan Ismail untuk bisa bekerja dengan baik untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
“Saya butuh cepat, tepat dan benar, jangan Anda berpikir lambat, apalagi bersangkutan dengan Covid-19,” kata Edy di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (10/9) kemarin. Mantan Pangkostrad itu juga meminta, Ismail untuk tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan.
Ada tanggungjawab amanah kepada masyarakat, mari kita lakukan yang terbaik. Tidak cukup bekerja dengan standar, Sumut butuh over prestasi, lakukan, pelajari, pastikan kita berprestasi, kata Gubsu lagi.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan, terkait pelantikan yang terkesan mendadak itu. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya mempercepat penempatan pejabat untuk langsung bekerja melayani rakyat.
“Saya tidak sempat melihat nama-nama yang ikut seleksi jabatan. Tapi saya minta kepada BKD agar melaporkan ranking pertama. Dan hari Kamis semalam saya terima laporannya tanya track record-nya, dan dilaporkan jika ini sudah memiliki track record yang baik,” jelasnya. Selain itu, Edy menekankan, agar pejabat yang dilantik bekerja tidak biasa-biasa saja, melainkan harus ‘over prestasi’.

“Lakukan yang terbaik, kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Dan ingat kalian disumpah untuk itu. Maka bekerjalah dengan baik untuk melayani masyarakat. Dan ingat esprit the corps, jaga loyalitas organisasi,” pungkasnya.
drg. Ismail Lubis, mantan Kepala Dinas Kesehatan Madina dan terakhir menjadi Assisten pada kantor Pemkab Madina itu sebenarnya adalah putra Medan. Kemudian usia pendidikan kedokteran itu ditempat tigaskan di Madina hingga kemudian menempat beberapa jabatan stategis di sana.
Di pundak drg. Ismail Lubis, putra Ruslan Lubis itulah kini tanggungjawab pengelolaan Covid19 terutama dalam hal memnbenahi data yang dinilai amburadul akibat pengimputan yang tidak benar. Pesan gubernur itu menjadi ujian penting bagi Kadines Provinsi Sumatera Utara yang menempat rangkin pertama pada seleksi jabatan di BKD provinsi. ( Syaifulh )

