• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Pembekuan PMI Kota Banda Aceh Bentuk Arogansi PMI Aceh.

Dr. Nasrul Zaman, Pengamat Kebijakan Publik Aceh

Gerakaan Imunisasi dan Stunting Aceh, Jangan Cuma Pecitraan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
31 Agustus 2022
in Uncategorized
86

 

Banda Aceh, InfoMu.co – Meski program GISA (gerakan imunisasi dan stunting Aceh) ikut di launching oleh Gubernur Aceh baru-baru ini, diharapkan program itu tidak hanya untuk pecitraan. Kalau hanya untuk pecitraan sebaiknya gubernur mengevaluasi dan bila perlu menghentikannya.

Penegasan itu disampaikan Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr. Nasrul Zaman kepada jurnalis infoMu di Banda Aceh terkait peluncuran program GISA ( Gerakan Imuninasi dan Stunting Aceh) belum lama ini.

Beberapa hal ditegaskan, Nasrul Zaman, berkaca pada program penanganan covid 19 yang lalu, pemerintah Aceh melalui Sekda Aceh juga  terkesan sarat pecitraan,  seolah-olah telah bekerja namun hanya berupa festivalisasi covid 19 melalui seluruh birokrasi Aceh terjun ke gampong-gampong.

Kata Nasrul, pada GISA ini juga dicoba kembali dengan hal yang sama yaitu menerjunkan ASN setiap dinas ke seluruh gampong-gampong di Aceh dengan modal spanduk, selebaran dan hanya untuk berfoto ria tanpa ada muatan capacity building dan sharing knowledge yang mendorong keberlanjutan program imunisasi dan pencegahan stunting.

Nasrul Zaman menyebut, pemerintah Aceh kurang memahami Program BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting) yang diluncurkan Presiden yang mendorong adanya keterlibatan pihak lain untuk memperkuat program penurunan stunting, baik keterlibatan dana, kelembagaan maupun pengelolaan program. Pada praktiknya, Sekda malah hanya memberi tanggung jawab per-daerah kepada eselon III se-Aceh untuk berkunjung tanpa pembekalan materi dan program yang jelas dan terukur. Eselon III pada akhirnya harus memaksa anggaran (SPPD, proyek) pada daerah lain dipindah ke daerah tanggung jawabnya tanpa regulasi yang benar dan pasti akan melanggar aturan.

Imunisasi dan stunting seperti amanah presiden merupakan dampak dari suatu kondisi sehingga penanganan nya tidak bisa dilakukan secara one-shoot tetapi harus melalui proses yang membutuhkan kemampuan warga itu sendiri untuk penanganannya.

Imunisasi tidak akan meningkat dan stunting tidak akan turun dengan kegiatan pemasangan spanduk dan sticker pada mobil yang hanya menghabiskan biaya sia-sia, kritik Nasrul pedas.

Berdasakan informasi yang ada diketahui bahwa Program GISA tidak didukung oleh argumentasi ilmiah dan literatur yang kuat dan baik sehingga alangkah baiknya jika Gubernur segera memerintahkan kepada Sekda Aceh untuk menghentikan jalan-jalan ke daerah dan memotong anggaran SPPD perjalanan dinas tersebut dan dialihkan untuk program penanganan stunting yang menjadi prioritas dan janji Pj Gubernur dengan model dan mekanisme BAAS yang benar. (***)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: gisa acehnasrul zamanstunting
Previous Post

Mahasiswa KKN UMSU diterima Dubes RI di Kuala Lumpur

Next Post

UMMAH Aceh Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Disabilitas

Next Post
UMMAH Aceh Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Disabilitas

UMMAH Aceh Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Disabilitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.