• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Meski Tafsirnya Banyak, Umat Islam Beruntung Karena Al Qurannya Satu

Ciri-Ciri Makkiyah dan Madaniyah dalam Alquran

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
25 April 2022
in Literasi
86

Jakarta, InfoMu.,co – Kitab suci Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk untuk sekalian alam. Turunnya Alquran terjadi secara berangsur-angsur. Dalam hal ini, para pakar membuat klasifikasi surah-surah di dalam Alquran menjadi dua, yakni Makkiyah dan Madaniyah.

Keduanya merujuk ada dua kota utama tempat dakwah Rasulullah SAW, yaitu Makkah dan Madinah. Secara umum, masing-masing berarti surah yang diturunkan ketika Nabi SAW sedang di Makkah dan Madinah.

Namun, ada ciri-ciri yang lebih detail tentang pembagian tersebut. Hal ini diuraikan Ahmad Fuad Effendy dalam bukunya, Sudahkah Kita Mengenal al-Quran?

Cak Fuad–demikian sapaannya–merujuk pada pendapat Subhi as-Salih (1988) dan A Hassan (1983). Dijelaskannya bahwa karakteristik surah atau ayat Makkiyah sebagai berikut.

Pertama, ciri-ciri yang pasti dari surah Makkiyah, yakni jika di dalamnya terdapat ini:

  • Ayat yang jika dibaca, maka disunnahkan kepada pembaca dan pendengarnya untuk melakukan sujud (ayat Sajdah)
  • Kata kallaa (disebut 33 kali)
  • Frasa yaa ayyuha an-naas dan sebaliknya, tidak ada yaa ayyuha alladziina aamanu (kecuali surah al-Haj)
  • Kisah nabi-nabi dan umat-umat terdahulu (kecuali surah al-Baqarah)
  • Kisah Nabi Adam AS dan Iblis (kecuali surah al-Baqarah)
  • Pembukaan surah berupa huruf-huruf lepas, seperti qaf, shad, alif-lam-mim-ra, alif-lam-mim (kecuali surah al-Baqarah dan surah Ali Imran)

Kedua, ciri-ciri yang dominan–masih dari surah atau ayat Makkiyah, yakni jika di dalamnya terdapat hal berikut.

  • Ayat dan surahnya pendek-pendek
  • Ungkapannya keras, cenderung puitis, menyentuh hati
  • Banyak terdapat kesamaan bunyi
  • Banyak menggunakan huruf qasam (sumpah)
  • Banyak kecaman kepada kaum musyrik
  • Penekanan pada dasar-dasar keimanan kepada Allah dan Hari Akhir, serta penggambaran surga dan neraka
  • Banyak tuntunan mengenai akhlaq al-karimah (akhlak yang baik)

Adapun karakteristik yang pasti dari surah Madaniyah, yakni jika di dalamnya terdapat hal berikut.

  • Izin untuk perang dan hukum-hukumnya
  • Rincian hukum tentang hudud, ibadah, undang-undang sipil, sosial, dan hubungan antar-negara
  • Penyebutan tentang kaum munafik (kecuali surah al-Ankabut)
  • Penyebutan tentang ahli kitab

Sementara itu, ciri-ciri yang tampak dominan dari surah atau ayat Madaniyah adalah berikut.

  • Ayat dan surahnya panjang-panjang.
  • Ungkapannya tenang, cenderung prosais, yang ditujunya adalah akal pikiran
  • Banyak mengemukakan bukti dan argumentasi mengenai kebenaran-kebenaran agama.

( sumber : Islam Digest Republika)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: madaniyahmakkiyahtanda alquran
Previous Post

Keutamaan Berzikir yang Disebutkan Alquran

Next Post

Peran Dakwah Muhammadiyah di Era Digital itu Penting

Next Post
Peran Dakwah Muhammadiyah di Era Digital itu Penting

Peran Dakwah Muhammadiyah di Era Digital itu Penting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.