Orang kampung Ketapang Kelurahan Karas Jecamatan Galang Batam, memanggil lelaki itu semasa hidupnya, Tok Jaya. Tok yang usianya sudah tujuhpuluhan tahun ini, kini sudah meninggal dunia.Tok Jaya ini tak punya zuriyat. Isterinya balu tok Jaya Nek Cu sebutannya, tinggal seorang saja dirumah yang baru di perbaiki/bedah rumah. persis berdiri disamping surau Taqwa.
Dulu belasan tahun yang lalu kami datang ke kampung itu, sewaktu tok Jaya masih hidup lagi, rumah yang ditempati Nek Ci tu, berpanggung. Sebelah kiri rumah tu pula dekat lapangan bola kaki. Tetapi agak jauh dari masjid. Itulah sebab tim dari AMCF penyandang dana setuju dibangun surau disitu di tanah wakaf hibah tok Jaya.
Surau sejenis ada puluhan dibangun dana dari AMCF dimerata tempat di sekitaran Barelang. Lokasi tanahnya rata rata hibah dan wakaf. Tak ada surat menyurat. Hanya terkadang mulut ke mulut saje. Ada beberapa tempat lokasi surau itu sang penghibah sudah meninggal dunia. Waris atok atok penghibah tanah itu menjual tanah waris, namun disayangkan hampir saja lokasi surau itupun nak kena jual. Tak mau kejadian ditempat lain terjadi pula di kampung Ketapang Karas ini.
Kubagi tau ke Pak Lurah Karas Bambang dan pak Camat Galang Ute Rambe. Untuk itulah, pak Bambang Lurah Karas pagi kemarin aku diajak naik boat ke pulau Karas. Dari Sembulang pagi pukul delapan pulang selepas Juhur. Alhamdulillah pak Lurah asal Langkat yang baik hati ini, ongkos boat, dia yang bayarin.
Dengan pak RT perangkat desanya kami mengunjungi Nek Su melihat kondisi surau yang sejak tok Jaya meninggal nyaris tak ade lagi orang sholat di surau itu.Iba hati melihatnya padahal masih ada berdiri belasan rumah disekeliling surah itu, kondisi surau itu, cukup memprihatinkan tak ada yang merawatnya, plafond surau itu sudah nak rubuh. pintu pun rusak.Kotor sampah berserak.
Ajak mereka mengukur ulang berapa luas tanah wakaf tok Jaya biar disaksikan orang kampung kataku sembari mengutip hadist meninggal anak Adam putus semua amalnya kecuali tiga salah satunya Yaitu wakaf tadi.Selama aku masih hidup tak kan dijual tanah itu timpal Nek Su suara nya bergetar, Jadi awak dulu sering kemari jumpa tok Jaya suami saya ucapnya berulang ulang. Aok kataku dia pun tak ingat minuman yang dihidangkannya dulu pada kami maklumlah usianya sudah 70an. Setiap ke surau itu mestilah singgah kerumahnya.
Ini kain sarung untuk surau nanti kalau ada orang yang memerlukannya ucapku pada bang Usman yang didaulat jadi pengurus dan sekaliangus imam di surau itu. Insyaallah ada dana nanti kita renovasi plafond yang rusak itu janjiku pada bang Usman.

