• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Apakah dengan Menutup Mata, Salat akan Khusyuk? Berikut Tipsnya!

Apakah dengan Menutup Mata, Salat akan Khusyuk? Berikut Tipsnya!

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
30 September 2022
in Literasi
86

Al-Quran menegaskan bahwa salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang khusyuk dalam salatnya. Allah berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman; (yaitu) orang-orang yang khyusu’ dalam salatnya”. (Q.S. al-Mukminun: 1-2). Untuk meraih kekhusyukan dalam beribadah, khususnya dalam salat, maka dapat dikembangkan sikap-sikap sebagai berikut:

Pertama, berusaha semaksimal mungkin untuk memahami makna setiap gerakan dan bacaan salat.

Langkah ini dalam istilah Imam al-Ghazali disebut tafahum. Pemahaman terhadap makna ini akan menghantarkan seseorang untuk merasakan suasana dialogis yang sangat intens bersama Allah, sehingga akan menjadi sebuah pengalaman spiritual yang bersifat transformatif. Untuk meraih suasana kejiwaan seperti itu, maka selain memahami maknanya, pelaksanaannya pun jangan dilakukan secara tergesa-gesa (tuma’ninah).

Kedua, berupaya untuk selalu menjauhi kemaksiatan.

Langkah ini sangat penting karena perbuatan dosa sangat berpengaruh pada suasana hati, sementara hati merupakan sumber lahirnya kekhusyukan dalam salat dan ibadah lainnya.

Ketiga, kita jadikan salat yang akan atau sedang atau tengah dikerjakan seolah-olah sebagai ibadah yang terakhir dalam hidup ini.

Ketika seseorang menjalankan ibadah salat atau lainnya sebagai amalan yang terakhir maka akan lahir kerinduan yang sangat kuat untuk berjumpa dengan Allah SWT dan kerinduan inilah yang akan mengantarkannya untuk mengerjakan dengan khusyuk. Allah SWT berfirman:

“Jadikan sabar dan salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Q.S. AlBaqarah: 45-46).

Keempat, menghadirkan Allah dalam hati ketika beribadah atau dalam setiap kegiatan.

Kegiatan menghadirkan Allah menurut al-Ghazali dinamakan hudhur al-qalb (menghadirkan hati). Ibadah salat misalnya, merupakan ibadah yang menuntut kehadiran Allah dalam hati agar dapat mengantarkan pada kekhusyukan salat.

Menurut sebuah riwayat, ketika Imam Ali Zainal Abidin mengambil wudhu untuk salat, seluruh tubuhnya kelihatan gemetar. Hatinya tampak berguncang keras dan wajahnya pucat pasi. Para sahabat dekatnya bertanya, “Wahai cicit Rasulllah, apa gerangan sesuatu yang menimpamu?” ia menjawab, “kalian tidak tahu, di depan siapa sebentar lagi kita akan berdiri”? Kisah ini memberikan pemahaman bahwa bagi Imam Ali Zainal Abidin salat merupakan perjumpaan dirinya dengan sang Khalik. Kesadaran akan bertemu dengan Allah inilah mengantarkan suasana kejiwaan yang mendukung untuk terwujudnya kekhusyukan dalam beribadah.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Previous Post

10 PTMA Masuk 100 Kampus Terbaik versi UniRank, Bukti Kiprah Muhammadiyah untuk Negeri

Next Post

Wali Kota Medan dorong jaring investasi guna percepatan pembangunan

Next Post
Wali Kota Medan dorong jaring investasi guna percepatan pembangunan

Wali Kota Medan dorong jaring investasi guna percepatan pembangunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.