Angka Stunting Aceh Tinggi, Nasrul Zaman : Kegagalan Sekda Aceh Terjemahkan Visi Mualim-Dekfad
INFOMU.CO | Banda Aceh – Sejak 2019-2025 diperkirakan angka anak Aceh yang stunting berjumlah rata-rata 30% atau sejumlah 156.000 anak Aceh yang mengalami stunting yang bahkan jumlah itu lebih banyak dari penduduk Kabupaten Pidie Jaya tahun 2025 yang hanya berjumlah 145.584 jiwa.
Demikian ditegaskan Nasrul Zaman, Analisis Kebijakan Publik yang juga Dosen Fak. Kedokteran Universitas Syiah Kuala kepada jurnalis infomu.co terkait tingginya angka stunting di provinsi yang baru kena bencana hidrometorologi itu.
Kata Nazrul Zaman, Itu tentu bukan jumlah yang sedikit namun meski berjumlah sangat besar namun Pemerintah Aceh sama sekali tidak ada menganggarkan anggaran untuk pencegahan dan penanganan Stunting pada APBA 2026. ” Dalam hal ini Sekda Aceh sebagai Ketua TAPA harus bertanggung jawab kepada rakyat Aceh dan Gubernur karena selain menjadi program strategis nasional juga Mualim-Dekfad telah memasukkan stunting dalam RPJMA 2025-2030,” tambah Nasrul.
Nasrul Zaman sangat menyayangkan Sekda Aceh tidak mampu meterjemahkan visi misi ke-5 Mualim-Dekfad yang akan meningkatkan kualitas SDM Aceh secara signifikan pada 2030 atau diakhir masa jabatan.
Kita tidak dapat membayangkan pada 15-20 tahun mendatang anak-anak stunting tadi telah dewasa dan mereka menjadi anak-anak yang tidak mampu bersaing sehat dalam meraih masa depan cemerlang.
Kondisi itu pasti membuat masyarakat Aceh menyalahkan Mualim sebagai gubernur Aceh. Padahal itu mutlak kesalahan Sekda yang tidak mampu menyusun APBA sesuai RPJMN dan RPJMA.
Hal ini semakin mendesak bagi Gubernur Aceh untuk segera mencopot Sekda dan menggantinya dengan yang lebih capable dan berkualitas.
” Kita juga tidak mau ada pejabat yang dibiayai rakyat tapi tidak mampu memberi kesejahteraan seperti yang di cita-citakan Gubernur dalam setiap janji kampanyenya masa itu,” kata Nasrul Zaman. (Syaifulh)

