• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Angka Kematian di Prancis Melonjak 30% Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Angka Kematian di Prancis Melonjak 30% Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
4 Juli 2026
in Lingkungan
0

Angka Kematian di Prancis Melonjak 30% Akibat Gelombang Panas Ekstrem

INFOMU.CO | Paris – Gelombang Panas ekstrem menerpa Prancis. Angka kematian di negeri Menara Eiffel itu melonjak hingga 30%. Dilansir AFP, Jumat (3/7/2026), jumlah kematian meningkat sekitar 62 persen di wilayah Paris selama periode yang sama, menurut badan kesehatan masyarakat Prancis (Public Health France)

Para ilmuwan menyatakan perubahan iklim akibat ulah manusia “jelas” menjadi penyebab intensitas gelombang panas yang melanda Eropa pada akhir Juni.

Prancis mencatat suhu terpanasnya pada Juni lalu sejak tahun 1947, menurut layanan cuaca Meteo-France. Gelombang panas yang berlangsung dari 17 hingga 30 Juni menyebabkan suhu melonjak hingga di atas 40 derajat Celsius di lebih dari 40 persen wilayah negara itu.

Pemerintahan Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menghadapi mosi tidak percaya di parlemen akibat dugaan kurangnya kesiapan menghadapi suhu ekstrem tersebut, yang memaksa penutupan sekolah dan pembatalan perjalanan kereta api.

Mengingat setidaknya satu dari tiga rumah memiliki isolasi yang buruk atau tidak memadai untuk menghadapi gelombang panas, warga Prancis yang tidak memiliki penutup jendela (blind) berupaya menutupi jendela mereka dengan selimut darurat atau cat berbahan dasar kapur guna mendinginkan suhu di dalam rumah yang terasa sangat panas.

Otoritas kesehatan Prancis menyatakan terdapat setidaknya “peningkatan sebesar 29,1 persen, yang setara dengan 2.025 kematian tambahan” sejak 22 Juni-saat suhu mencapai puncaknya-dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Badan kesehatan masyarakat Prancis mencatat adanya “peningkatan nyata” dalam angka kematian di kalangan penduduk berusia 45 hingga 64 tahun. Namun, badan tersebut menambahkan “kelompok usia 65 tahun ke atas mencakup proporsi terbesar dari angka kematian tersebut. (dtk)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: panas ekstremprancis
Previous Post

Barry Adhitya Resmi Dilantik sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat Bertepatan dengan Milad Lazismu ke-24

Next Post

Mengapa Ijtihad Kontemporer Tidak Lagi Bertumpu pada Satu Mujtahid?

Next Post
Mengapa Ijtihad Kontemporer Tidak Lagi Bertumpu pada Satu Mujtahid?

Mengapa Ijtihad Kontemporer Tidak Lagi Bertumpu pada Satu Mujtahid?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.