• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Bagaimana Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Muhammadiyah?

Aktivis Pendidikan Tamansiswa Nilai Positif Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
15 April 2025
in Pendidikan
0

Aktivis Pendidikan Tamansiswa Nilai Positif Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

Jakarta, InfoMu.co – Rencana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menghidupkan kembali sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA mulai tahun ajaran baru 2025/2026 mendapat dukungan aktivis dan praktisi pendidikan.

Menurut Darmaningtyas, kembali ke penjurusan di SMA seperti masa lalu itu merupakan kebijakan yang paling realistis, di tengah keterbatasan jumlah guru ASN, masih adanya regulasi guru harus mengajar minimal 24 jam seminggu guna memperoleh tunjang profesi guru, keterbatasan prasarana dan sarana, serta pertimbangan linieritas dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan bekal landasan yang cukup.

Sistem penjurusan di SMA dinilai memiliki lebih banyak sisi positif dibandingkan dengan tanpa penjurusan. Apa saja sisi positifnya sisi positifnya antara lain.

Pertama, penjurusan sangat membantu membekali murid yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa lebih fokus dalam pembelajaran. Mereka yang berkeinginan melanjutkan ke jurusan teknik misalnya, akan memperkuat mata pelajaran fisika dan matematika. Begitu pula seterusnya untuk jurusan yang lain.
Kedua, siswa sejak awal bisa memilih program studi sesuai dengan kemampuan dan bakat, sehingga belajarnya juga lebih fokus sesuai minatnya. Mereka yang akan melanjutkan kuliah di bidang sain dan teknologi tentu akan memilih jurusan IPA. Sedangkan mereka yang akan melanjutkan ke sastra, sejak awal akan memilih jurusan Bahasa. Pilihan-pilihan ini juga akan sangat membantu memilih fakultas yang akan dimasuki saat mendaftar di perguruan tinggi.
Ketiga, mempermudah tata kelola. Pihak sekolah jauh lebih mudah mengatur jadwal pembelajaran karena kebutuhan guru untuk masing-masing mata pelajaran dalam satu kelas sudah diketahui secara pasti, sehingga ketika jumlah gurunya tidak mencukupi, kekurangannya dapat diprediksi secara pasti. Pemerintah juga lebih
mudah memprediksikan kebutuhan guru SMA untuk masing-masing mata pelajaran.
Keempat, penyediaan kebutuhan infrastruktur fisiknya juga dapat direncanakan lebih baik. Berapa kebutuhan ruang untuk masing masing jurusan, berapa kebutuhan ruang laboratorium untuk IPA, IPS, dan Bahasa, dapat dipastikan dari awal.

Darmaningtyas pun menilai kembali ke penjurusan di SMA seperti masa lalu bukanlah suatu dosa, lagi pula masih dalam taraf uji coba. “Kembali ke penjurusan tidak dosa, karena kebetulan peminatan ini juga baru dalam
taraf uji coba, dan ternyata hasil ujicobanya tidak rekomended untuk dilanjutkan karena adanya berbagai kendala di lapangan”, tegasnya. (***)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: darmaningtyaspenjurusansekolah
Previous Post

Banjir di Bawah Tol Bandar Selamat, Warisan antar Gubernur

Next Post

Get One of the Best VR Games Free on Epic Games Store

Next Post
Get One of the Best VR Games Free on Epic Games Store

Get One of the Best VR Games Free on Epic Games Store

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.