• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Jufri

Jufri

Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
16 Agustus 2026
in Kolom
0

Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

Oleh : Jufri

Malam ini sebenarnya saya sudah bersiap untuk tidur. Namun tiba-tiba tangan membuka Instagram. Di layar muncul banyak video tentang suasana Banda Aceh, khususnya di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Suasana hati saya seketika berubah. Ada rasa cemas yang sulit dijelaskan. Apalagi anak kami dan sepupunya sedang kuliah di sana. Apa yang terlihat di layar terasa lebih dekat karena ada keluarga yang sedang berada di kota itu.

Dari informasi yang saya baca, kegiatan tersebut sebenarnya dimulai dengan doa dan zikir untuk memperingati 21 tahun perdamaian Aceh. Massa juga menyampaikan sejumlah tuntutan melalui petisi mengenai kondisi Aceh setelah lebih dari dua dekade perdamaian. Namun suasana kemudian berubah tegang setelah terjadi aksi pelemparan batu dan kericuhan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana yang membuat kita prihatin. Terlihat ketegangan antara massa dan aparat, pengibaran bendera bulan bintang, bahkan ada kendaraan TNI yang dibakar. Tentu video yang beredar perlu dilihat secara utuh dan tidak boleh menjadi alasan untuk terburu-buru menarik kesimpulan. Tetapi sebagai orang yang melihatnya, rasa khawatir tetap saja muncul.

Apalagi bagi kita yang pernah membaca sejarah Aceh, suasana seperti ini seakan membawa ingatan kembali ke masa sebelum tsunami 2004 dan sebelum lahirnya perdamaian Helsinki.

Padahal hari ini adalah 15 Agustus, momentum yang ditetapkan sebagai Hari Damai Aceh. Pada 15 Agustus 2005, MoU Helsinki ditandatangani dan menjadi tonggak penting berakhirnya konflik bersenjata antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM. Karena itu, setiap peringatan perdamaian semestinya menjadi ruang untuk mengingat betapa mahal harga sebuah kedamaian.

Ada pelajaran penting dari Aceh: perdamaian tidak cukup hanya ditandatangani, tetapi harus terus dirawat.

Merawat perdamaian membutuhkan keadilan, komunikasi, kepercayaan, kesediaan mendengar dan terutama kemampuan semua pihak untuk menahan diri. Aspirasi masyarakat tentu memiliki ruang untuk disampaikan. Kritik pun adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Tetapi menyampaikan aspirasi dan menjaga ketertiban tidak seharusnya dipertentangkan.

Masjid Raya Baiturrahman sendiri bukan sekadar bangunan yang indah di tengah Kota Banda Aceh. Ia adalah simbol sejarah dan identitas Aceh. Karena itu, ketika tempat yang semestinya menjadi ruang doa dan keteduhan berubah menjadi arena ketegangan, tentu hati kita ikut terasa sesak.

Saya membayangkan bagaimana perasaan orang tua yang anaknya sedang kuliah di Banda Aceh malam ini. Barangkali seperti saya, membuka media sosial bukan lagi sekadar untuk mencari informasi, tetapi juga untuk memastikan: anak saya aman atau tidak?

Semoga ketegangan ini segera berakhir. Semoga masyarakat dapat menahan diri dan aparat juga mengedepankan pendekatan yang bijaksana. Setiap persoalan yang ada masih bisa dibicarakan melalui ruang dialog.

Aceh sudah terlalu lama mengalami konflik. Aceh juga sudah membayar harga yang sangat mahal untuk sampai pada perdamaian.

Jangan sampai generasi yang lahir setelah tsunami justru harus belajar kembali tentang bagaimana rasanya hidup dalam ketakutan.

Kita boleh berbeda pandangan. Kita boleh menyampaikan tuntutan. Kita boleh mengkritik pemerintah. Tetapi jangan sampai kita kehilangan sesuatu yang jauh lebih mahal: perdamaian.

Malam ini, dari jauh, saya hanya bisa berdoa semoga Banda Aceh kembali tenang, masyarakat dan aparat sama-sama menahan diri, dan anak-anak kita yang sedang menuntut ilmu di sana berada dalam lindungan Allah SWT.

Karena pada akhirnya, damai Aceh bukan hanya milik orang Aceh. Ia adalah bagian dari perjalanan panjang Indonesia.

Dan tugas kita bersama adalah menjaganya.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: acehjufrikolom
Previous Post

Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

Next Post

Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

Next Post
Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.