Muhammadiyah Perkuat Respons Kemanusiaan Pascagempa Flores, Posko dan Tim Kesehatan Dikerahkan
INFOMU.CO, ENDE — Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperkuat penanganan kemanusiaan setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mengaktifkan posko koordinasi dan pelayanan, mengerahkan relawan, hingga menyiapkan bantuan medis bagi warga terdampak.
Berdasarkan laporan situasi MDMC, dampak gempa dirasakan di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ende, Sikka, dan Ngada.
Sejak awal kejadian, MDMC berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan lokal, serta berbagai pihak terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan penyintas, mengerahkan relawan terdekat, dan memantau kondisi di wilayah yang terdampak.
Untuk memperkuat penanganan di Flores, Muhammadiyah menetapkan Klinik Muhammadiyah Ende di Jalan Mahoni, Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, sebagai Pos Koordinasi Muhammadiyah.
Sementara itu, Pos Pelayanan Muhammadiyah di Manggarai Timur beroperasi di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Pota, Kecamatan Sambi Rampas.
Pelayanan kesehatan juga telah dilakukan di Mbay, Kabupaten Nagekeo. Klinik Utama Muhammadiyah Ende mengirimkan satu dokter dan dua perawat untuk membantu memberikan layanan medis kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Dukungan tenaga kesehatan tambahan turut disiapkan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah. Tim kesehatan tersebut berasal dari RS PKU Muhammadiyah Bima, Nusa Tenggara Barat, serta RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur.
Di Manggarai Timur, Muhammadiyah juga menyalurkan makanan siap saji sekaligus mengerahkan relawan untuk membantu penanganan di lapangan. MDMC Jawa Timur menyiapkan dua mobil rescue dan satu unit dapur umum untuk mendukung kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, proses pendataan dampak gempa masih terus dilakukan di sejumlah lokasi. Data sementara mencatat 40 orang meninggal dunia, 50 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 2.000 warga mengungsi. Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan fasilitas umum.
MDMC menegaskan data korban dan kerusakan tersebut masih dalam proses verifikasi di lapangan sehingga dapat berubah sesuai perkembangan pendataan.
Bersama jejaring relawan Muhammadiyah di daerah terdampak, MDMC akan melanjutkan pemantauan, asesmen kebutuhan, pelayanan kesehatan, penyaluran bantuan, serta koordinasi penanganan sesuai kondisi masyarakat di lapangan.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, MDMC Pusat melibatkan MDMC NTT, MDMC Ende, MDMC Manggarai Timur, MDMC Sikka, MDMC Manggarai, Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Maumere.

