RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS
INFOMU.CO | Kisaran – Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara resmi membuka Rapat Kerja II (RAKER II) di Kampus Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS), Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, pengembangan cabang dan ranting, serta pembinaan masjid Muhammadiyah di Sumatera Utara.
RAKER II diikuti oleh pengurus LPCR-PM PWM Sumatera Utara, utusan LPCR-PM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumatera Utara, serta dihadiri oleh berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), serta organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah di Kabupaten Asahan.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan unsur Persyarikatan menunjukkan tingginya komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat basis gerakan organisasi hingga ke tingkat cabang dan ranting. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat, kekeluargaan, dan kebersamaan, mencerminkan kuatnya tekad seluruh peserta untuk memajukan Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Acara diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Armawi, SE. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Lagu LPCR-PM yang dipandu oleh Fitriyani, S.Pd., MM, Kepala MTs Muhammadiyah 3.
Ketua LPCR-PM PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAKER II merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus menyusun langkah-langkah konkret dalam memperkuat eksistensi cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah.
Menurutnya, cabang dan ranting merupakan fondasi utama gerakan Muhammadiyah. Oleh karena itu, penguatan organisasi harus terus dilakukan melalui pembinaan yang terarah, tata kelola yang baik, serta pengembangan program yang mampu menjawab kebutuhan umat dan tantangan zaman.
“Keberhasilan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kuatnya cabang dan ranting. Masjid Muhammadiyah juga harus menjadi pusat dakwah, kaderisasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui RAKER II ini kita berharap lahir program-program strategis yang mampu memperkuat gerakan Muhammadiyah di Sumatera Utara,” ujarnya.
Prof. Anang juga menegaskan bahwa LPCR-PM memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan gerakan Muhammadiyah. Pengembangan cabang dan ranting yang aktif serta pengelolaan masjid yang profesional akan menjadi kunci dalam menghadirkan Muhammadiyah yang semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Asahan, Prianda Pebri, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMMAS sebagai tuan rumah pelaksanaan RAKER II. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk mendukung program-program Persyarikatan sekaligus menjadi pusat kaderisasi dan pengembangan dakwah Islam berkemajuan.
“Kampus Muhammadiyah tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi bagian dari gerakan dakwah dan penguatan Persyarikatan. Kami menyambut baik pelaksanaan RAKER II ini dan berharap dapat memberikan manfaat besar bagi Muhammadiyah Sumatera Utara,” katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan, Drs. Mohammad Akhiar, M.A, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun sinergi antara pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting untuk memperkuat pelayanan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program Persyarikatan sangat bergantung pada soliditas dan kerja sama seluruh unsur Muhammadiyah.
Dukungan terhadap penguatan organisasi Muhammadiyah juga disampaikan oleh tokoh masyarakat sekaligus warga Muhammadiyah, H. Dr. Drs. Aripay Tambunan, M.M, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara. Ia mengapresiasi peran Muhammadiyah yang selama ini konsisten memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah kemasyarakatan.
“Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa. Karena itu, penguatan cabang, ranting, dan masjid harus menjadi perhatian bersama agar manfaat Muhammadiyah semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA, selaku Wakil Ketua sekaligus Koordinator Bidang LPCR-PM PWM Sumatera Utara, menyampaikan bahwa RAKER II harus menjadi momentum untuk melahirkan berbagai inovasi dan program unggulan yang dapat mempercepat pengembangan organisasi Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Menurutnya, tantangan dakwah dan organisasi saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih progresif, terukur, dan berbasis data. Karena itu, hasil RAKER II diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dan program yang dapat memperkuat cabang dan ranting secara berkelanjutan.
Puncak acara ditandai dengan arahan sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya memperkuat basis gerakan Muhammadiyah melalui pengembangan cabang dan ranting yang aktif serta pembentukan masjid unggulan sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Beliau juga menekankan bahwa LPCR-PM merupakan garda terdepan dalam memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah. Oleh karena itu, setiap cabang dan ranting harus terus didorong untuk aktif, produktif, dan mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Selain itu, H. Muhammad Jamaludin Ahmad menyoroti pentingnya implementasi program-program prioritas LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, seperti Simasmuh (Sistem Informasi Masjid Muhammadiyah), Sicara (Sistem Informasi Cabang dan Ranting), NotulenMu, dan SalamMu, sebagai bagian dari transformasi digital organisasi Muhammadiyah.
“Penguatan organisasi hari ini tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi. Melalui Simasmuh, Sicara, NotulenMu, dan SalamMu, kita ingin menghadirkan Muhammadiyah yang semakin tertata, modern, akuntabel, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada umat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta RAKER II untuk menjadikan forum ini sebagai sarana memperkuat semangat kolektif dalam membangun Muhammadiyah yang lebih maju. Menurutnya, keberhasilan Muhammadiyah pada masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen Persyarikatan dalam menjaga soliditas organisasi dan membangun kolaborasi yang kuat.
Dengan dibukanya RAKER II ini, LPCR-PM PWM Sumatera Utara berharap seluruh peserta dapat berkontribusi aktif dalam merumuskan program kerja yang strategis, realistis, dan aplikatif. Hasil RAKER II diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat cabang, menghidupkan ranting, memakmurkan masjid, serta memperluas dakwah Muhammadiyah di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Melalui semangat kebersamaan dan komitmen yang terbangun dalam RAKER II ini, Muhammadiyah Sumatera Utara optimistis dapat terus berkembang menjadi gerakan Islam yang berkemajuan, berdaya guna, dan senantiasa memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. (PH)

