Pakistan Diminta Amerika Serikat untuk Mengakui Israel
INFOMU.CO | Jakarta – Pemerintah Pakistan menegaskan tidak akan mengakui maupun menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel tanpa terbentuknya negara Palestina yang merdeka. Sikap tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Pakistan di Washington, Amerika Serikat, pada Jumat, setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Pernyataan itu muncul di tengah dorongan Amerika Serikat agar sejumlah negara di Timur Tengah dan negara mayoritas Muslim bergabung dalam Kesepakatan Abraham atau Abraham Accords, yakni perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel yang dimediasi pemerintahan Donald Trump sejak 2020.
Dalam konferensi pers, Ishaq Dar menegaskan Pakistan tetap konsisten pada sikapnya terkait Palestina dan Gaza. Menurutnya, tidak akan ada perubahan hubungan dengan Tel Aviv sebelum Israel bergerak menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Isu tersebut mencuat setelah Presiden AS Donald Trump kembali mendorong negara-negara tertentu, termasuk Pakistan, Arab Saudi, Turki, Qatar, Mesir, Yordania, dan Bahrain, untuk menandatangani Kesepakatan Abraham sebagai bagian dari upaya diplomatik regional. Dalam unggahan media sosial pada awal pekan, Trump menyebut langkah itu penting setelah berbagai upaya Amerika Serikat dalam meredakan konflik kawasan.
Meski mendapat tekanan diplomatik dari Washington, Pakistan menegaskan posisi politik luar negerinya tidak berubah. Islamabad menyatakan dukungan terhadap Palestina tetap menjadi dasar utama sebelum mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel. (***)

