PW ‘Aisyiyah Sumut Bawa 50 Pelaku UMKM Belajar Langsung Strategi Bisnis di Biestro Indonesia
Binjai, INFOMU.CO – Program Pemberdayaan Perempuan golongan mustahik yang menjadi salah program unggulan dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara bekerjasama dengan Maybank Syariah dan Maybank Islamic terus berjalan.
Kali ini, setelah 50 pelaku umkm yang terdiri dari ibu-ibu golongan mustahik selesai melakukan pelatihan di hotel madani, rombongan dibawa menuju salah satu wisata yang ada di Binjai yakni Biestro Indonesia. Rabu, 6 mei 2026.
Dalam kunjungan ini, PW ‘Aisyiyah Sumut ingin agar para pelaku umkm yang tergabung dalam program ini, bisa sukses mengelola usahanya seperti Biestro Indonesia. Selain melakukan sharing session, para pelaku umkm juga menikmati wahana permainan yang ada, serta saling bertukar pikiran bagaimana strategi yang dilakukan oleh Biestro Indonesia bisa menjalankan usahanya hingga saat ini.
Salah satu tim manajemen Biestro Indonesia, Ari Zain berharap para sharing session ini bisa bermanfaat bagi perkembangan umkm peserta program pemberdayaan perempuan golongan mustahik ini.
Pihak pimpinan Biestro sendiri menekankan agar tim manajemen Biestro Indonesia menyampaikan kejujuran apa yang dijalani oleh manajemen hingga saat ini kepada para umkm.
Salah satu peserta, Nurul Huda yang merupakan pengusaha dari asahan pemilik usaha olahan pangan kering Peyek Mbak Hayati mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara serta mitra kerja, Maybank Syariah, atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat positif bagi para pelaku UMKM. Menurutnya, program tersebut sangat membantu ibu-ibu yang memiliki usaha, baik di bidang olahan pangan kering maupun usaha lainnya.
Nurul Huda berharap kegiatan pembinaan UMKM seperti ini tidak berhenti hanya sampai di satu tahap saja, melainkan dapat terus berlanjut agar para pelaku usaha kecil yang masih berkembang, bisa naik kelas hingga menembus pasar nasional maupun internasional. Ia juga berharap para pelaku UMKM binaan dapat terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kedepannya.
Ia juga menyebutkan bahwa bantuan dana awal sekitar Rp5 juta yang diberikan dalam program ini, akan ia gunakan untuk mendukung pengembangan usaha. Bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk meningkatkan kualitas peralatan produksi, memperbaiki kemasan produk, serta mengembangkan cita rasa agar produk memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.
Peserta lainnya, Nugrah selaku pemilik usaha Sate Nugrah Tulang Rontok yang berlokasi di Jalan Karya Jaya No. 170, juga mengaku bersyukur dapat mengikuti program pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat, mulai dari tambahan ilmu, pengalaman, hingga kesempatan bertemu dengan para pelaku usaha dan mentor yang dinilai hebat serta inspiratif. Ia mengatakan, pembelajaran mengenai penggunaan media sosial menjadi salah satu hal yang paling membantu bagi pengembangan usahanya, terutama dalam mendukung strategi pemasaran produk agar lebih dikenal masyarakat luas.
Nugrah mengungkapkan bahwa bantuan dan pembinaan seperti ini baru pertama kali ia terima selama menjalankan usaha. Karena itu, ia merasa program tersebut sangat berarti untuk mendorong perkembangan usahanya ke depan, khususnya dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran yang lebih efektif.
Salah satu pendamping Program Pemberdayaan Perempuan, Dr. Henny Zurika Lubis, M.Si, menjelaskan bahwa proses pendampingan yang dilakukan akan mengedepankan pendekatan kekeluargaan. Dalam program tersebut, setiap peserta atau tenant UMKM akan didampingi secara langsung oleh pendamping yang telah ditunjuk. Total terdapat sekitar 50 tenant yang akan mendapatkan pendampingan, dengan masing-masing pendamping membina sekitar tiga hingga empat tenant selama periode Mei 2026 hingga Februari 2027.
Heni menjelaskan, model pendampingan akan dilakukan secara bertahap melalui kegiatan monitoring rutin setiap bulan. Para pendamping nantinya akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha tenant untuk melihat perkembangan usaha, mulai dari produk yang telah dibuat, hasil penjualan, hingga strategi pemasaran yang dijalankan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan usaha berjalan sesuai target program.
Selain itu, dalam dua bulan ke depan para tenant juga dipersiapkan untuk mengikuti expo atau bazar yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang. Diharapkan, saat kegiatan tersebut berlangsung para tenant sudah mampu melakukan penjualan secara mandiri dan memasarkan produknya kepada masyarakat luas.
Heni menambahkan, dana bantuan yang akan segera disalurkan kepada para tenant nantinya juga akan menjadi bagian dari pemantauan pendamping. Setiap pendamping akan melihat sejauh mana penggunaan dana dimanfaatkan untuk kebutuhan pengembangan usaha, baik untuk produksi, pemasaran, maupun peningkatan kualitas produk. Para tenant nantinya diwajibkan melaporkan perkembangan penggunaan dana tersebut kepada pendamping yang kemudian akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi usaha masing-masing peserta.
Turut hadir mendampingi kegiatan ini, ketua PWA Sumut Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag, Bendahara PWA Sumut Prof. Dr. Siti Mujiatun, MM, Sekretaris PWA Sumut Yuniar R. Yoga, SE, Wakil Ketua PWA Sumut Arika Peranginangin, S.Ag, Wakil Sekretaris PWA Sumut Rasta Kurniawati Br. Pinem, MA, Ketua TIM Program pemberdayaan perempuan Dra. Zubaidah Poha, serta Sekretaris program Dr. Syafrida Hani, M.Si. (AH/bess)

