Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah
Oleh : Jufri
Selasa, 28 April 2026 besok menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Setelah lebih dari satu setengah dekade memimpin, Prof. Dr. Agussani, MAP secara resmi menanggalkan amanah sebagai rektor—jabatan yang telah diembannya sejak 2010. Tongkat estafet kini berpindah ke tangan Prof. Dr. Akrim Lubis untuk periode 2026–2030, sementara Prof. Agussani melanjutkan pengabdian sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU.
Momentum ini bukan sekadar pergantian jabatan administratif. Ia adalah simbol kesinambungan—sebuah narasi panjang tentang kepemimpinan yang tidak terputus, tentang visi yang tidak berhenti pada satu figur, tetapi diwariskan, dirawat, dan dikembangkan.
Di bawah kepemimpinan Prof. Agussani, UMSU menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia. Status akreditasi “Unggul” bukan hadir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kerja sistematis yang memadukan tata kelola akademik, pembangunan fisik, dan penguatan jejaring. Kampus I teladan yang kini menjadi pusat Fakultas Kedokteran, pengembangan Kampus II , sebagai kampus Induk di Jalan Muchtar Basri yang semakin representatif, hingga geliat akademik di Pascasarjana Jalan Denai dengan dukungan OIF, semuanya menjadi bukti konkret dari arah pembangunan yang terencana.
Lebih dari itu, pembangunan Kampus IV sebagai kawasan terpadu yang juga dipersiapkan menjadi arena Muktamar Muhammadiyah ke-49 di desa Sientis, Deli Serdang , menunjukkan bahwa UMSU tidak hanya berpikir dalam horizon institusional, tetapi juga dalam skala gerakan. Di sinilah kampus tidak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi juga simpul strategis bagi denyut organisasi.
Prof. Agussani sendiri telah menempatkan UMSU bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari wajah Muhammadiyah di Sumatera Utara. Ia hadir dalam ruang-ruang sosial, menjembatani berbagai kepentingan, serta membangun komunikasi lintas sektor—sebuah peran yang membuat posisi rektor UMSU memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan sekadar jabatan akademik.
Kini, harapan itu beralih kepada Prof. Akrim Lubis. Sosok yang relatif muda, energik, dan telah teruji melalui pengalaman sebagai Dekan Fakultas Agama Islam serta Wakil Rektor II bidang keuangan. Kombinasi antara pemahaman ideologis dan kemampuan manajerial menjadi modal penting dalam melanjutkan capaian sekaligus menjawab tantangan baru.
Namun, tantangan ke depan tidak ringan. Keberlanjutan bukan sekadar melanjutkan apa yang sudah ada, melainkan juga berani melakukan penyesuaian tanpa kehilangan arah. UMSU harus tetap adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam lanskap pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan digital, tanpa tercerabut dari nilai-nilai dasar Muhammadiyah yang berkemajuan.
Di sisi lain, dinamika internal organisasi juga menuntut kecermatan. Menjaga harmoni antara kampus dan persyarikatan, merawat kultur akademik yang sehat, serta memastikan bahwa setiap gerak pembangunan tetap berpijak pada prinsip kolektif-kolegial menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan.
Dalam konteks yang lebih luas, perhatian besar juga tertuju pada Muktamar Muhammadiyah ke-49, di mana Prof. Agussani dipercaya sebagai Ketua Panitia Lokal. Amanah ini bukan sekadar tugas organisatoris, tetapi tanggung jawab historis untuk mempersiapkan sebuah perhelatan besar sebagai tonggak sejarah sekaligus legasi peradaban Islam berkemajuan di Sumatera Utara. Muktamar ini kelak akan menjadi ruang konsolidasi gagasan, penguatan gerakan, dan peneguhan peran Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
Selamat bertugas Prof. Agussani sebagai Ketua BPH UMSU. Terima kasih atas dedikasi panjang dalam membangun dan mengembangkan UMSU, menjaga gerak langkah akademik, serta turut menguatkan langkah Muhammadiyah Sumatera Utara dalam berbagai bidang kehidupan.
Selamat mengemban amanah baru kepada Prof. Akrim Lubis sebagai Rektor UMSU. Sebuah tanggung jawab besar sekaligus mulia untuk melanjutkan kesinambungan UMSU dan Muhammadiyah Sumatera Utara. Semoga kebersamaan tetap terjaga, kompak dalam memajukan institusi dan persyarikatan.
UMSU: Unggul, Cerdas, Terpercaya.
Silaturahmi, Kolaborasi, Sinergi, Harmoni.

