Mengenang Hari Baron, Sosok Sederhana dengan Dedikasi Panjang di Persyarikatan
INFOMU.CO ! – MEDAN – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah Sumatera Utara. Hari Baron, Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut, telah berpulang ke rahmatullah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan seperjuangan yang mengenalnya sebagai kader yang tekun, sederhana, dan penuh dedikasi.
Almarhum Hari Baron meninggal dunia pada hari Selasa, 20 Januari 2026 di RS Bunda Thamrin sekitar pkl. 17.00 dikarenakan sakit yang dideritanya. Almarhum tutup usia 54 tahun, meninggalkan seorang istri dan satu anak yang bernama adam, yang selalu menjadi kebanggaan almarhum.
Hari Baron dikenal sebagai sosok yang tumbuh dan berproses panjang di lingkungan organisasi. Sejak usia remaja, ia telah aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), kemudian melanjutkan kiprah di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), hingga Pemuda Muhammadiyah. Proses kaderisasi yang dijalaninya tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjadi jalan hidup dalam mengabdi kepada Persyarikatan.
Dalam setiap amanah yang diembannya, almarhum dikenal bekerja dalam diam. Tidak menonjolkan diri, namun konsisten menunaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Di MPI PWM Sumut, Hari Baron berperan aktif dalam penguatan informasi, dokumentasi, dan kerja-kerja literasi organisasi. Ketekunannya mencerminkan semangat pengabdian yang tulus, jauh dari kepentingan pribadi.
Kesederhanaan menjadi ciri kuat dalam keseharian almarhum. Ia hadir sebagai kader yang mudah ditemui, terbuka untuk berdiskusi, dan selalu siap membantu. Bagi kader-kader muda, Hari Baron adalah teladan tentang bagaimana ber-Muhammadiyah dengan istiqamah—mengabdi tanpa banyak bicara, bekerja tanpa berharap sorotan.
Kepergian Hari Baron meninggalkan duka mendalam bagi sahabat-sahabat seperjuangannya. Mereka mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras, ikhlas, dan penuh tanggung jawab.
Ahmad Arif menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Hari Baron. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang rajin, memahami tugas dengan baik, serta memiliki dedikasi tinggi dalam setiap amanah yang diemban.
“Kami sudah bersama sejak remaja di Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Matsum. Almarhum juga pernah menjadi asisten saya di DPRD Kota Medan. Saya sangat tahu bagaimana watak beliau sebagai pekerja—penuh tanggung jawab, ikhlas, dan berdedikasi tinggi. Atas nama pribadi, saya sangat kehilangan. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahannya dan menempatkan beliau di tempat sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sementara itu, Aripai Tambunan menilai Hari Baron sebagai sosok luar biasa yang selalu berbuat baik dan bermanfaat bagi banyak orang.
“HaRi Baron adalah orang yang sangat baik. Saya tidak pernah melihat beliau menyakiti hati orang lain. Dalam kondisi apa pun, beliau selalu ingin bermanfaat. Bahkan saat kondisi kesehatannya menurun, beliau masih ingin membantu kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan. Padahal seharusnya beliau yang dibantu. Sosok almarhum sangat menginspirasi generasi berikutnya tentang bagaimana berorganisasi, berkomunikasi, dan tidak pernah menyerah,” ungkapnya.
Adrizal, sahabat lama almarhum sejak IPM hingga Pemuda Muhammadiyah, mengenang konsistensi Almarhum dalam berorganisasi selama puluhan tahun.
“Beliau adalah sosok inspirator dalam berbagai kegiatan organisasi. Tidak banyak aktivis Muhammadiyah yang konsisten berkhidmat sejak IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah, hingga lebih dari 30 tahun tanpa pamrih seperti beliau. Kami dari keluarga besar Alumni IPM sangat berduka. Usia beliau masih 54 tahun, kami masih sangat berharap pikiran, tenaga, dan motivasi beliau. Semoga istri dan anak beliau, khususnya ananda Adam, diberi kesabaran dan ketabahan,” tuturnya.
Duka juga disampaikan oleh Maulana Siregar, Ketua PDM Kota Medan, yang mengenal almarhum sebagai pribadi sederhana, guyub, dan rendah hati.
“Beliau adalah sosok yang sangat sederhana, humble, dan mudah bergaul. Saya mengenal beliau tidak hanya di ranah politik, tetapi juga di MPI PWM Sumut. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari beliau. Hari ini MPI kembali kehilangan tokoh penting dalam kerja-kerja penyiaran dan literasi. Almarhum menjadi teladan dalam kesederhanaan, dedikasi, dan semangat. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Kepergian Hari Baron merupakan kehilangan besar bagi Persyarikatan. Namun jejak keteladanan, semangat berkhidmat, dan nilai-nilai yang ia wariskan akan terus hidup dalam ingatan dan amal kolektif organisasi.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Selamat jalan, Hari Baron. Pengabdianmu akan selalu dikenang. (SYAIFULHD/AH/BESS)

