Penguatan Resiliensi Bencana, PW Muhammadiyah Sumut dan Jatim Jalin Sinergi Strategis
INFOMU.CO ! MEDAN – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara menerima kunjungan silaturahim Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dalam rangka penguatan sinergi strategis penanggulangan dan resiliensi bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan S.M. Raja No. 136, Medan.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, antara lain Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA., Sekretaris Irwan Syahputra, MA., Bendahara Prof. Dr. Muhammad Qorib, MA., Wakil Sekretaris Drs. Mutholib, MM., Wakil Ketua Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar MKed(Surg) SpB(K)Onk FICS MHKes dan Drs. Mario Kasduri, MA serta Ketua Pos Koordinasi Wilayah Muhammadiyah Sumut Irsan Armadi., SH., M.Si., MH.
Sementara itu dari PW Muhammadiyah Jawa Timur hadir Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim Ir. Tamhid Masyhudi, Ketua Lazismu Jatim Imam Hambali, Ketua MDMC Jatim Rofi’i, Sekretaris MPKU Jatim dr. Tomy Oky, dan dari Lazismu Surabaya Yusuf Dwipa.
Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Tamhid Masyhudi menyampaikan bahwa bencana harus disikapi dengan menghadirkan rasa simpati dan empati, serta membangkitkan semangat para penyintas.
Menurutnya, kehadiran relawan Muhammadiyah di lokasi bencana bukan sekadar memberikan bantuan logistik, tetapi juga menggembirakan dan menguatkan korban agar tidak merasa sendirian.
“Kami selalu sampaikan kepada relawan, datang ke lokasi bencana bukan untuk rekreasi, tetapi untuk membantu saudara-saudara kita agar mereka merasa ditemani dan dikuatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PWM Jawa Timur telah menyiapkan sumber daya manusia yang terlatih, mulai dari tahap tanggap darurat, pemulihan trauma, hingga rekonstruksi pascabencana. Relawan-relawan tersebut berasal dari berbagai unsur yang telah dibekali keterampilan manajemen kebencanaan secara berkelanjutan.
PW Muhammadiyah Jawa Timur juga menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Langkat. Kehadiran Muhammadiyah, lanjutnya, merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban berkemajuan, dengan melibatkan masyarakat secara aktif agar mampu bangkit dan tumbuh lebih baik setelah bencana.
Selain bantuan logistik, ia menekankan pentingnya pelatihan kebencanaan bagi masyarakat. Menurutnya, manajemen kebencanaan menjadi kunci utama kesiapsiagaan, bukan semata-mata soal materi. Relawan juga diingatkan untuk selalu melibatkan masyarakat setempat agar proses pemulihan berjalan partisipatif dan berkelanjutan.


Apresiasi PW Muhammadiyah Sumut
Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada PW Muhammadiyah Jawa Timur, khususnya Lazismu Jatim dan para donatur, atas bantuan infak, sedekah, dan zakat yang disalurkan untuk penanggulangan bencana di Sumatera Utara.
Ia menjelaskan bahwa Sumatera Utara mengalami dampak bencana yang cukup berat di empat kabupaten dan satu kota. Secara khusus, PW Muhammadiyah Jawa Timur mendapatkan amanah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menangani wilayah Kabupaten Langkat serta wilayah perbatasan Aceh Tamiang.
“Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat logistik konsumsi, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, psikososial, penyediaan air bersih, serta sarana pendukung lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Penguatan MDMC Sumatera Utara
Wakil Ketua PWM Sumut sekaligus Koordinator Bidang MDMC, Prof. Dr. dr. Kamal Basri, menambahkan bahwa MDMC Sumatera Utara masih perlu banyak belajar dan memperkuat kapasitas kelembagaan. Ia menyebutkan bahwa Sumatera Utara merupakan wilayah rawan bencana karena berada di jalur lempeng dan kawasan perbukitan.
“Kami sangat bersyukur atas pendampingan dan pembelajaran dari MDMC Jawa Timur. Mereka telah banyak berbagi ilmu, keterampilan, dan pengalaman dalam manajemen bencana,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi ini dapat menjadi momentum penguatan MDMC Sumatera Utara agar semakin solid dan profesional. Selain itu, ia juga menyoroti adanya bantuan berupa sarana operasional dan peralatan kesehatan yang ditinggalkan relawan Jawa Timur sebagai modal awal pengembangan layanan kesehatan Muhammadiyah di daerah terdampak.
Penyerahan Bantuan Operasional
Selain agenda silaturahim dan diskusi strategis, PW Muhammadiyah Jawa Timur juga menyerahkan dua unit mobil operasional, masing-masing untuk PDM Langkat dan PDM Aceh Tamiang. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas dakwah kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah terdampak.
Pertemuan ini menjadi penegasan komitmen Muhammadiyah dalam membangun resiliensi bencana berbasis nilai kemanusiaan, kemandirian, dan kolaborasi lintas wilayah demi terwujudnya masyarakat yang tangguh dan berkemajuan. (bess)

