• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Kuet Mi Uyet: Ketika Seniman Gayo Duduk Melingkar dan Luka Dibacakan Pelan

Kuet Mi Uyet: Ketika Seniman Gayo Duduk Melingkar dan Luka Dibacakan Pelan

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
13 Januari 2026
in Seni dan Budaya
0

Kuet Mi Uyet: Ketika Seniman Gayo Duduk Melingkar dan Luka Dibacakan Pelan

INFOMU.CO |  Takengon – Sabtu (10/1/2026) sore, sebuah ruang di Asir-Asir Atas, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah , Tanah Gayo menjadi hening dengan cara yang berbeda.

Bukan hening karena sepi, melainkan karena orang-orang di dalamnya sedang saling mendengarkan dengan dada terbuka dan mata yang tak sepenuhnya kering.

Pertemuan itu bertajuk Kuet Mi Uyet, silaturrahmi dan solidaritas seniman  terdampak bencana banjir bandang dan tanahlongsor.

Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo bersama The Gayo  Institute, lembaga yang didirikan Salman Yoga.

Para seniman lintas genre hadir dan duduk melingkar, tanpa jarak, tanpa panggung.

Diantara mereka tampak para ceh didong yaitu M Din, Daud Kalampan, dan Irfan Dewantara.

Hadir pula para penyair dan musisi Purnama Kahar, Win Gemade, Zuliana Ibrahim, Devie Matahari, Asmira Dieni.

Rio Rendra, Iwan Bintang, Azam Pegayon, Ipap Suprapto, Darwin Sopacua, Yus Oloh Guwel, serta Salman Yoga sendiri.

Kemudian ada Murtada, Ulan Sanggar Nayu, Zuhra Ruhmi, Rembune, Indra Tessy.

Hangat dan Bersahaja

Pertemuan dipandu oleh Yus Oloh Guwel, dengan suasana yang sejak awal terasa hangat dan bersahaja.

Salman Yoga menyambut para hadirin dengan ucapan selamat datang singkat, namun penuh makna menegaskan bahwa rumah ini dibuka untuk luka yang ingin disembuhkan bersama.

Founder Desember Kopi Gayo, Fikar W Eda, kemudian menyampaikan landasan pemikiran pertemuan ini. Bukan seremoni, bukan pula pertunjukan.

“Ada seniman yang jadi korban langsung, ada yang menjadi relawan, ada pula yang menyimpan duka dengan caranya sendiri.

Semua mengalirkan energi dukanya melalui seni,” ujar Fikar pelan. (tribun)

 

 

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: gayoKuet Mi Uyet
Previous Post

Muhammadiyah dan Al-Quds University Bangun Kolaborasi Pendidikan dan Kemanusiaan Global

Next Post

Kiyai Tanpa Gelar, Kerendahan Hati, dan Arah Gerakan. Meneguhkan gerakan Islam berkemajuan

Next Post
Jufri

Kiyai Tanpa Gelar, Kerendahan Hati, dan Arah Gerakan. Meneguhkan gerakan Islam berkemajuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.