Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi 100 Guru dan 50 Siswa Terdampak Bencana di Sumatera Utara
INFOMU.CO | Medan – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi 100 guru dan 50 siswa dari Amal Usaha Muhammadiyah se-Kota Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam menangani dampak psikologis yang dialami warga terdampak. Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi Guru, Tenaga Pendidik, dan Siswa Terdampak Bencana Banjir di Sumatera Utara. Acara digelar di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, Jum’at (9/1).
Pelatihan ini dihadiri oleh Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Budi Santoso, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Agussani, MAP, Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar, Wakil Ketua PWM Sumut Dr. M. Basir Hasibuan, M.Pd, Wakil Sekretaris PWM Sumut Drs. Mutholib, MM, Ketua PWA Sumut Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag, Sekretaris PWA Sumut Yuniar R. Yoga, SE, serta Ketua MDMC Sumut Dr. dr. Elman Boy.
Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Budi Santoso menyampaikan bahwa pelatihan layanan dukungan psikososial ini merupakan bagian dari fase transisi dari kondisi darurat menuju pemulihan pascabencana banjir. MDMC bersama seluruh majelis dan lembaga Muhammadiyah, baik di tingkat pusat maupun wilayah Sumatera Utara serta dua provinsi lainnya, terus berupaya mendorong proses pemulihan dan rekonstruksi.
“Saat ini kita sudah mulai membangun sekolah darurat, hunian sementara, penyediaan air bersih, logistik, serta menghidupkan kembali proses pembelajaran dan kegiatan sosial kemasyarakatan di tiga wilayah terdampak, khususnya di Sumatera Utara,” ujar Budi.
Ia menambahkan, lebih dari 10.000 penerima manfaat telah dilayani secara langsung, dan jika dihitung secara tidak langsung, jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 orang. Dukungan ini melibatkan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Budi juga menyinggung Sumatera Utara sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah 2027. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum membangun soliditas, semangat kerelawanan, dan nilai voluntarisme yang merupakan basis gerakan Muhammadiyah sejak awal berdirinya.
“Semua klaster Muhammadiyah berkumpul, dari kesehatan, pendidikan, hingga sosial kemanusiaan. Ini menjadi spirit penting menuju Muktamar, bahwa Muhammadiyah akan selalu hadir untuk semua,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kontribusi nyata dunia pendidikan dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Guru-guru yang dilatih diharapkan mampu menularkan keterampilan dukungan psikososial kepada masyarakat di lingkungannya.
“Kami bersyukur UMSU dipercaya menjadi tuan rumah. Edukasi dan pelatihan seperti ini harus bergerak cepat dan berkelanjutan, karena dampak bencana, khususnya trauma psikologis, bisa berlangsung lama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para guru, dosen, dan relawan dalam menghadapi situasi bencana besar yang berpotensi menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat.
Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar menegaskan bahwa pelatihan psikososial sangat dibutuhkan setelah melewati fase tanggap darurat. Menurutnya, kondisi emosional warga terdampak perlu ditangani secara serius agar proses pemulihan berjalan optimal.
“Setelah pelatihan ini, kami berharap para relawan dapat langsung diterjunkan ke daerah terdampak, khususnya untuk mendampingi guru, siswa, dan masyarakat agar lebih percaya diri dan kuat secara mental dalam menghadapi pascabencana,” pungkasnya. (syaifulhd/bess)

