MDMC Perkuat Kapasitas Guru Terdampak Melalui Bimtek Pendidikan Darurat dan Layanan Psikososial
INFOMU.CO | Medan – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Klaster Pendidikan
menyelenggarakan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Pendidikan Darurat yang
terintegrasi dengan Layanan Psikososial. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pemenuhan
hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana tetap berjalan optimal dengan pendampingan
mental yang memadai.
Pentingnya Pendidikan Terintegrasi Psikososial
Penyelenggaraan pendidikan di masa darurat bukan sekadar memindahkan proses belajar ke tenda
pengungsian. Integrasi Layanan Psikososial menjadi krusial karena anak-anak korban bencana seringkali
mengalami trauma, kecemasan, dan gangguan emosional yang dapat menghambat proses kognitif
mereka. Dengan menyisipkan muatan psikososial, pengajar tidak hanya memberikan materi akademik,
tetapi juga menciptakan ruang aman (safe space) yang membantu menstabilkan kondisi emosional siswa
demi membangun resiliensi (ketangguhan) pascabencana.

Guru sebagai Garda Terdepan Pemulihan
Endang Mulyani Putro, salah satu relawan pendidikan Poskornas MDMC, menekankan bahwa guru
adalah garda terdepan dalam usaha pemulihan pendidikan. Beliau merefleksikan sejarah besar saat
Kaisar Jepang, pasca jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, memerintahkan untuk segera
mencari guru-guru yang masih tersisa sebagai langkah awal membangkitkan bangsa.
“Oleh karena itu, ketika relawan layanan psikososial turun ke lapangan, guru menjadi salah satu sasaran
utama yang diberikan layanan,” ungkap Endang. Ia menambahkan bahwa guru yang sehat secara mental
dan tangguh akan berperan besar dalam mempercepat pemulihan dampak bencana di lingkungan
sekolah, karena mereka adalah pendamping utama siswa setiap harinya.
Capaian Penerima Manfaat
Sejak 23 Desember 2025 hingga tanggal 8 Januari 2026 program tersebut telah menjangkau total 1.087
orang penerima manfaat di berbagai wilayah. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Peserta Bimtek (Kapasitas Relawan & Tenaga Pendidik): Sebanyak 504 orang yang tersebar di 11 lokasi.
Lokasi Kunci: Peserta meliputi mereka yang berada di PosKorWil SUMUT (70 orang), Dinas Pendidikan
Kab. Aceh Tamiang (99 orang), dan Widyaprada BPMP SUMUT (61 orang).
Penerima Manfaat Pendidikan Darurat: Sebanyak 583 orang telah mendapatkan manfaat langsung.
Sebaran Sekolah: Layanan ini mencakup siswa di SD Negeri Paya Bedi (281 orang) dan Masjid Dusun
Karang Baru Aceh Tamiang (302 orang).
Melalui sinergi antara peningkatan kapasitas guru dan intervensi psikososial, MDMC berkomitmen untuk
terus mengawal pemulihan sektor pendidikan pascabencana dengan pendekatan yang lebih humanis
dan menyeluruh. (***)

