• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Mengenal Tokoh, Ulama, dan Legenda Asal Mesir (Bagian 1)

Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar

Mengenal Tokoh, Ulama, dan Legenda Asal Mesir (Bagain 3 / Habis)

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
3 November 2020
in Kabar, Kolom
86

 

Mengenal Tokoh, Ulama, dan Legenda Asal Mesir
Bagain 3 (Habis)

Catatan :  Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar

Sayyidah Nafisah. Beliau adalah salah satu keturunan Rasulullah Saw. (ahlul bait). Beliau putri Hasan al-Anwar bin Zaid al Ablaj bin Hasan bin Ali ra. Ia dilahirkan di Mekah tahun 145 H, namun hidup dan besarnya di Madinah. Tahun 193 H Ia dan keluarganya (suami & kedua anaknya) hijrah ke Mesir. Sesampai di Mesir Ia dan keluarganya disambut ramah dan meriah oleh penduduk Mesir. Iapun sangat dihargai dan dihormati hingga menjadikannya begitu cinta dengan negeri ini. Diantara karamahnya antara lain, ketika ajal sudah mendekatinya, ia menggali kuburnya sendiri dirumah/kamarnya (yang akhirnya disitulah ia dimakamkan) agar senantiasa mengingat kematian dan mengingat Allah Swt. sembari berdo’a dan beramal ibadah. Suatu hari, suaminya Ishaq al Mu’taman bin Ja’far as Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali ra., mengajaknya untuk kembali ke Madinah, namun ia menolak dan berkata: “Aku tidak bisa pergi ke Hijaz, karena aku bermimpi bertemu Rasulullah Saw., beliau Saw. berkata kepadaku: “Janganlah kamu pergi dari Mesir karenai Allah Saw. akan mewafatkanmu di sana (Mesir).” Sayyidah Nafisah sangat dikenal dengan kezuhudan-nya, sejak kecil ia sudah rajin beribadah, Iapun taat pada suaminya. Ia dikenal juga dengan “ummul ‘ulum” (ibu sekalian ilmu). Selain itu, Sayyidah Nafisah juga dikenal rupawan dan cantik jelita. Ia wafat pada tahun 208 H.

Tepat di area dimkamkannya Sayyidah Nafisah saat ini telah dibangun sebuah mesjid megah yaitu Mesjid Sayyidah Nafisah. Mesjid ini terhitung sebagai mesjid terbanyak yang dikunjungi peziarah disamping Mesjid Husein dan Mesjid Sayyidah Zainab. Mesjid ini terletak di kota Kairo kawasan yang dikenal saat ini dengan Kawasan Sayyidah Nafisah.

Ibn Sirin. Beliau bernama Abu Bakar Muhammad bin Sirin al Bashary, Ia termasuk dalam kelompok tabi’in. Ia dikenal ahli ilmu dan wara’. Karyanya yang paling monumental adalah Tafsir al Ahlam. Ia dilahirkan tahun 33 H di Kufah (dimasa khalifah Utsman bin Affan). Wafat tahun 110 H. Ia wafat setelah 100 hari wafatnya Hasan al Bashri. Selain ahli tafsir, Ibnu Sirin juga mahir dalam bidang hadits dan fikih, ilmu hisab dan fara’id. Kesehariannya ia selalu berpuasa sehari dan berbuka sehari. Ia dikenal dengan ahli interpretasi mimpi yang tercermin dalam Tafsir al Ahlam-nya. Diantara guru-gurunya antara lain: Abdullah bin Umar, Abu Hurairah, Abdullah bin Zubair, dan lainlain.

Sayyidah Ruqayyah. Terdapat dua riwayat tentang Sayyidah Ruqayyah. Riwayat pertama, beliau adalah Ruqayyah binti Ali bin Abi Thalib ra., hanya saja bukan dari Fatimah Az-Zahra. Jika riwayat ini dipegang, berarti Sayyidah Ruqayyah adalah saudari sebapak Hasan & Husain dan Zainab ra. Riwayat kedua, beliau adalah Ruqayyah binti Ali Ridha bin Musa Al-Kazhim bin Ja’far as Shadiq bin Muhammad Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain ra. Jika riwayat ini dipegang, berarti beliau termasuk ahlul bait dari keturunan Imam Husain cucu Rasulullah Saw. Terlepas dari perbedaan dua riwayat diatas, yang pasti Sayyidah Ruqayyah adalah keturunan Rasulullah Saw. (ahlul bait) yang mempunyai kemuliaan dan layak dihargai dan dihormati. Makam Sayyidah Ruqayyah terletak di kota Kairo, tepatnya dikawasan Sayyidah Nafisah yang tidak jauh dari makam Sayyidah Nafisah. Disamping makam Sayyidah Ruqayyah, disitu juga terdapat Mesjid Sayyidah Ruqayyah. Dan disekitar makam dan Mesjid Sayyidah Ruqayyah tersebut terdapat lagi beberapa makam lain, yaitu makam Sayyidah Atikah (bibi Rasulullah Saw.), makam pelayan Sayyidah Ruqayyah semasa hidupnya, makam Syekh al Murtadha (Syekh Al Azhar) & istrinya Madam Zubaidah.

Sayyidah ‘Atikah. Sayyidah ‘Atikah adalah bibi (tante) Rasulullah Saw., yaitu putri Abdul Muthalib. Setelah masuk Islam, ‘Atikah bersama sahabat yang lain ikut hijrah bersama Rasulullah Saw. ke Madinah, dan iapun hidup di Madinah. Adapun bibi-bibi Rasulullah Saw. yang lain adalah: Ummu Hakim, ‘Urwah, Shafiyah, Umaimah dan Burrah.

Sayyidah Sukainah. Sayyidah Sukainah termasuk ahlul bait, putri Imam Husain. Nama aslinya Aminah, karena keshalehannya akhirnya ia dikenal dengan sebutan Sukainah, yang berarti tenang dan adem. Imam Husain dalam sejarahnya mempunyai 9 putra putri, hanya saja sebagian besar terbunuh diperistiwa Karbala, diantara yang selamat yaitu Fatimah, Sukainah, dan Ali Zainal Abidin, yang ketiganya dimakamkan di Mesir yaitu dikawasan Sayyidah Nafisah. Kawasan ini dikenal juga dengan kawasan Baqi’ kecil dikarenakan banyaknya ahlul bait dan orang-orang shalih yang dimakamkan disana. Di area makam Sayyidah Sukainah terdapat mesjid besar bernuansa seni arsitek tinggi, yaitu Mesjid Sayyidah Sukainah, mesjid ini dinisbahkan kepada makam yang berada didalamnya yaitu Sayyidah Sukainah.

Penulis: Dosen FAI UMSU dan Kepala OIF UMSU

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: arwin juli rakhmadi butar-butarulama mesir klasik
Previous Post

Di Tepi Danau Singkarak itu, Mereka Menghafal Qur’an

Next Post

Surat Masri Sitanggang untuk Para Sahabat: Kita Sedang Bertarung !

Next Post
Kolom Dr. Masri: Taktik Membangun Diktator Proletar

Surat Masri Sitanggang untuk Para Sahabat: Kita Sedang Bertarung !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.