PDM Tapanuli Selatan Gelar Silaturrahim Syawal 1446 H: Perkuat Ukhuwah, Sinergi, dan Semangat Dakwah
Tapsel, InfoMu.co – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tapanuli Selatan melaksanakan kegiatan Silaturrahim Syawal 1446 H pada Kamis (17/4), bertempat di Gedung Dakwah Aisyiyah Tapanuli Selatan, Komplek Masjid Taqwa Kampung Marancar, Jl. S. Parman, Padangsidimpuan. Kegiatan ini mengusung tema “Menggapai Kemajuan Melalui Silaturrahim” sebagai bentuk ajakan untuk terus membangun kebersamaan dan kolaborasi dalam gerakan dakwah.
Acara ini diikuti oleh jajaran Pimpinan Harian PDM, Majelis dan Lembaga, unsur Aisyiyah dan Ortom tingkat daerah, serta para Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Tapanuli Selatan. Momentum Syawal ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat ukhuwah sekaligus konsolidasi pasca Ramadhan dan Idul Fitri.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Tapanuli Selatan, Dr. Lazuardi Harahap, M.Ag., menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan hanya bersifat formal, melainkan menjadi ruang mempererat tali persaudaraan dan memperkuat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya merawat ukhuwah dan menyatukan visi dalam menghadapi tantangan gerakan dakwah ke depan.
“Silaturrahim ini menjadi wadah untuk membangun komunikasi yang intensif antarpimpinan, serta memperkuat semangat juang dalam menjalankan amanah persyarikatan di daerah,” ujarnya di hadapan para peserta. Ia juga mengajak seluruh elemen Muhammadiyah di Tapanuli Selatan untuk senantiasa menjaga komitmen kolektif demi terwujudnya Islam yang berkemajuan.
Hadir sebagai penceramah, Dr. H. Ichwansyah Tampubolon, SS., M.Ag., menyampaikan ceramah yang reflektif dan membangkitkan semangat. Beliau menyoroti kondisi Muhammadiyah masa kini yang menghadapi berbagai tantangan sekaligus menyimpan banyak peluang strategis.
Dalam ceramahnya, beliau mengungkap beberapa masalah aktual yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain: kejumudan atau stagnasi di beberapa sektor gerakan; mundurnya militansi atau semangat perjuangan; melemahnya soliditas dan solidaritas internal; dualisme arah akibat tergoda paham luar; lambannya pengkaderan; serta menurunnya semangat dakwah dan keterbatasan dalam aspek pendidikan dan keuangan. Semua itu, menurutnya, membutuhkan solusi berbasis kolaborasi dan pembenahan sistemik.
Ia mengajak warga Muhammadiyah untuk terus meneguhkan jati diri gerakan dan meningkatkan daya juang dakwah dalam kerangka nilai-nilai Islam yang mencerahkan. Penguatan kaderisasi, pengelolaan keuangan strategis, serta optimalisasi amal usaha menjadi kunci kebangkitan di era sekarang.
Acara ditutup dengan suasana penuh kehangatan, di mana seluruh peserta saling bersalaman sebagai bentuk mempererat ukhuwah dan saling memaafkan dalam semangat Syawal. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam menjalankan gerakan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan. (arifana)

