Tabligh Akbar Dan Peresmian Masjid Taqwa Muhammadiyah Sihaborgoan Desa Lumban Huayan Tapanuli Selatan
Tapanuli Selatan., InfoMu.co – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tapanuli Selatan (PDM Tapsel) menggelar acara Tabligh Akbar Muhammadiyah Se-kabupaten Tapanuli Selatan pada hari Ahad (23/6) lalu bertempat di Ranting Sihaborgoan di Desa Aek Lumban Huayan Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain Pengurus PDM Tapsel dan ribuan anggota maupun simpatisan Muhammadiyah dan Aisyiyah serta Ortom daerah dari seluruh wilayah Tapsel yang hadir memenuhi lokasi acara tersebut.
Hadir tabligh akbar itu Sekretaris Pimpinan Wilayah Sumatera Utara (PWM Sumut) H. Irwan Syahputra, MA., Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, S.Pt, MM., Polres Tapsel, Kodim, Rektor UM Tapsel, Camat, Kepala Desa, Organisasi kepemudaan dan masyarakat umum lainnya.
Acara yang beragendakan pengajian bagi anggota Muhammadiyah tingkat daerah tersebut, juga dirangkai dengan peresmian Masjid Taqwa Ilyas Nur. Masjid tersebut merupakan bantuan hibah dari seseorang pewakif asal Kota Padangsidimpuan yang kini menetap di Jakarta dan di bangun di atas sebidang tanah yang juga merupakan hibah dari salah seorang warga Muhammadiyah asal desa tersebut yang kini menetap di Medan.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sayur Matinggi Miskuddin Sikumbang, mewakili warga persyarikatan dan juga masyarakat umum di desa tersebut dalam sambutannya dengan penuh haru mengucapkan terima kasih kepada para pewakif baik tanah maupun masjid yang pada awalnya si pemilik tanah Abdul Rahman Lubis pulang ke desa tersebut dan melihat kondisi masjid yang sudah tua dan kecil. “Kemudian dia menawarkan supaya membangun masjid yang lebih besar di tanahnya yang ada di pinggir jalan. Kami pun langsung menerima”, jelasnya.
Miskuddin melanjutkan bahwa masalahnya kemudian adalah biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid belum ada, sementara hasil yang dikumpulkan dari seluruh warga Muhammadiyah ranting yang ada di Cabang Sayur Matinggi tidak mencukupi. Kemudian hal itu disampaikan kepada Ketua PDM Tapsel, dan beliau menyatakan bahwa kebetulan ada ibu Nurhabibah yang mau hibahkan masjid. “Alhamdulillah, kami bersyukur, ternyata inilah jalan Allah yang diberikan kepada kami”, kisah Miskuddin.
Abdul Rahman Lubis, S.Sos., sebagai pewakif yang menghibahkan tanah menjelaskan alasan dirinya menghibahkan tanah adalah dikarenakan rasa prihatin atas kondisi masjid dan juga kewajibannya sebagai warga Muhammadiyah untuk membesarkan ranting Siaborgoan tempat dia lahir dan dibesarkan. “Lagipula di akhir-akhir hidup saya, ada keinginan untuk beramal atas nama saya dan keluarga supaya bisa bermanfaat bagi Muhammadiyah dan Agama Islam”, ungkapnya.
Sementara itu, drg. Nurhabibah Siregar, sebagai pewakif Masjid menyampaikan bahwa keinginannya untuk membangun masjid telah ada sejak lama direncanakan bersama suaminya, namun baru kali ini kesampaian dikarenakan masih dalam tahap pencarian lokasi. “Sampai setahun yang lalu, suami saya menghadap Sang Kuasa, pembangunan masjid baru terlaksana. Terima kasih yang pertama untuk Ibotoku (adikku), yang telah mengusahakan, dan kemudian bapak dari PDM Tapsel yang telah menyediakan lokasi pembangunan masjid, mudah-mudahan masjid ini nanti bisa bermanfaat bagi semua”, ucapnya menahan haru.
Kemudian Irwan, adik dari Nurhabibah menyampaikan alasannya memilih Muhammadiyah adalah merupakan organisasi besar yang kaya dan juga terpercaya, memiliki anggota serta asset yang banyak, dan secara kebetulan dia mengakui bahwa salah satu orang tuanya adalah warga Muhammmadiyah. “Jadi saya dekat dengan Muhammadiyah, saya yakin Muhammadiyah mampu mengelola dan menghidupkan masjid yang kami bangun ini. Mudah-mudahan berkah”, serunya.
Ketua PDM Tapsel Dr. Lazuardi Harahap, M.Ag., mengaku sangat bahagia dan bangga terhadap para pewakif yang begitu antusias dalam beramal serta berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Muhammadiyah Tapsel sebagai penerima hibah. “Saya merasakan suasana hati masyarakat di desa ini, begitu bahagianya atas dibangunnya masjid ini. Kepada para pewakif tanah dan masjid semoga mendapat ridho dari Allah diberi kesehatan, berlipat ganda rezekinya dan sukses selalu”, tuturnya.
Ke depan, Lazuardi berharap masjid tersebut dapat menjadi basis pergerakan dakwah bagi Muhammadiyah di Desa Lumban Huayan maupun di Kecamatan Sayurmatinggi. “Maka tema kali ini kita usung yaitu ‘Menggerakkan Ranting Berbasis Masjid dan Jamaah’. Harapan kami ke depan semua ranting Muhammadiyah, masjidnya dihidupkan, jamaahnya digerakkan, sehingga masjid hidup setiap hari dengan ibadah-ibadah maghdah maupun acara persyarikatan”, ujar Lazuardi.
Dalam kesempatan itu juga, Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu memberikan ucapan terimakasih kepada niat baik para pewakif baik tanah maupun bangunan masjid, karena hal tersebut sangat membantu pemerintah terutama dalam program pembangunan sarana dan prasarana bagi masyarakat. “Masjid sudah didirikan dengan megahnya, tadi sudah dipesankan oleh pewakif, diisilah dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat, sholat fardhu berjamaah, kajian dan sebagainya, itulah yang menjadi tugas bagi masyarakat Lumban Huayan agar pahalanya mengalir kebaikan bagi masyarakat dan keluarga pewakif”, harapnya.
Pada saat acara puncak, yaitu pengajian yang disampaikan oleh Sekretaris PWM Sumut H. Irwan Syahputra, MA, beliau menyampaikan tentang keistimewaan orang yang berharta dan menginfakkan hartanya. “Dalam Islam, kita dilarang Hasad atau dengki, karena sifat itu bisa membinasakan pahala. Tetapi Rasulullah SAW mengatakan boleh Hasad (iri, dengki) kepada kedua orang, yaitu yang Allah beri Ilmu dan berbuat kebaikan dengan ilmu itu dan orang yang punya harta dan dia beramal dengan hartanya”, paparnya.
Kemudian Irwan melanjutkan bahwa mendirikan sebuah masjid bukanlah sesuatu yang sulit, akan tetapi menurut dia, yang paling sulit adalah menghidupkan masjid dengan aktifitas ibadah maupun muamalah lainnya. Dia berkisah bahwa dalam masa Nabi Muhammad, masjid bukan hanya tempat untuk sholat, akan tetapi semua aktifitas seperti musyawarah bahkan atur strategi perang mereka lakukan di masjid.
Untuk itu, Irwan berharap agar masyarakat terutamanya warga Muhammadiyah bersama-sama menjaga masjid tersebut dan makmurkannya agar menjadi berkah dan pahala. Tak lupa sebagai perwakilan dari Muhammadiyah Sumatera Utara beliau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besar atas dibangunnya masjid tersebut.
Acara ditutup dengan pembubuhan tandatangan diatas prasasti, sebagai tanda diresmikannya Masjid Taqwa Muhammadiyah Ilyas Nur Ranting Sihaborgoan. Bupati Tapsel Dolli Pasaribu kemudian menyerahkan bantuan karpet masjid yang diterima oleh pengurus PRM Sihaborgoan. (arifana)

