• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Haedar Nashir: Memakmurkan Negeri Bukan dengan Berteriak NKRI Harga Mati

Haedar Nashir: Memakmurkan Negeri Bukan dengan Berteriak NKRI Harga Mati

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
7 November 2023
in Kabar
0

KETUA Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menegaskan, mengisi kemerdekaan dan menjaga eksistensi Indonesia adalah bukan dengan cara berteriak-teriak ‘NKRI Harga Mati’ lalu merasa yang paling NKRI, tetapi mengisinya dengan memakmurkan dan menyejahterakan, sebagaimana yang diusahakan dan dilakukan oleh Muhammadiyah.

Dia menjelaskan, dalam memakmurkan dan menyejahterakan Bangsa Indonesia, gerakan yang dilakukan Muhammadiyah harus senantiasa berlandaskan kepada ideologi dan khittah yang secara legal formal menjadi acuan sebagai sistem gerak organisasi.

“Bagi Muhammadiyah, negara ini harus diisi dengan usaha memakmurkan, tidak sekadar diteriak-teriakkan NKRI harga mati. Coba baca lagi semua aspek-aspek ideologi dan khittah yang menjadi acuan legal formal bagi pimpinan dan warga persyarikatan,” kata Prof Haedar ketika menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Muhammadiyah se-Sumatra Barat di Kampus III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Jumat (3/11/2023) lalu.

Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu menyebut, acuan-acuan bagi pimpinan dan warga Persyarikatan sudah lengkap dan hal itu menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kebangsaan, kenegaraan, hingga keagamaan, baik di saat ini maupun di masa depan. Menurut dia, yang lebih dibutuhkan saat ini adalah manajemen kepemimpinan yang mampu menggerakkan kemajuan.

Prof Haedar mengapresiasi semangat bermuhammadiyah warga Persyarikatan yang menurutnya sangat luar biasa. Tetapi, dia mewanti-wanti agar semangat itu senantiasa terjaga dan tak boleh padam, maka perlu dikonsolidasikan untuk memperkuat ukhuwah, sistem, keuangan, dan aset.

Menurut Prof Haedar, Muhammadiyah harus menghadirkan pusat-pusat keunggulan. “Begitu prinsip bagi Muhammadiyah, terus berbuat untuk merawat negera ini, mengisinya dengan berbagai agenda kebaikan sesuai dengan konsep-konsep gerakan Muhammadiyah yang dirumuskan,” tuturnya.

Dia menilai, peran kebangsaan dan kenegaraan Muhammadiyah dapat dilihat di berbagai pelosok negeri. Bahkan di tempat terjauh, di tempat-tempat pemerintah belum menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Namun, Muhammadiyah sudah hadir melalui lembaga-lembaga AUM (Amal Usaha Muhammadiyah)-nya.

Prof Haedar, yang dalam kesempatan tersebut juga turut meresmikan Asrama Putra Pesantren Al Kautsar Harau itu menyampaikan, sinergi dan kolaborasi yang dibangun dengan pihak luar tidak boleh meredupkan kemandirian Muhammadiyah.

Menurut dia, semangat kemandirian harus selalu dijaga sebagai inner dynamic atau tradisi besar dalam Persyarikatan Muhammadiyah. “Generasi kita punya etos ilmu, dagang, dan diaspora. Jangan terbuai masa lalu, kita harus bergerak,” pesan Prof Haedar. (maklumat)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: negeri harga mati
Previous Post

Risalah Politik Muhammadiyah

Next Post

Kuliah Subuh bersama Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah

Next Post
Kolom Shohibul Anshor Siregar: Muhammadiyah dan Politik

Kuliah Subuh bersama Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.