• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Besok (14/11) Museum Muhammadiyah Resmi Diluncurkan

Meningkatkan Literasi Sejarah Melalui Musuem Muhammadiyah

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
13 Desember 2022
in Literasi
0

Bandung, InfoMu.co – Ketua Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga PP ‘Aisyiyah Widyastuti mengatakan bahwa literasi sejarah dapat menjadi salah satu strategi penguatan karakter anak bangsa. Literasi sejarah dapat menjadi salah satu strategi untuk memahami sebuah situasi dengan belajar pada apa yang telah terjadi di masa lalu. Kader Persyarikatan mesti memiliki pengetahuan hal ihwal literasi sejarah.

“Literasi sejarah terkait dengan kemampuan mengetahui dan memahami peristiwa sejarah, memahami adanya perubahan dan kontinuitas dari waktu ke waktu yang dapat menjadikan kkita menjadi manusia yang mampu bersikap secara terbuka,” ucap Widya dalam Gerakan Subuh Mengaji pada Ahad (11/12).

Salah satu upaya peningkatan literasi sejarah ialah Museum. Museum merupakan titik temu antara masa lampau dan masa kini. Tempat yang menjadi kontak penghubung di antara dua masa yang berbeda ini merupakan wahana yang penting dikenali oleh setiap generasi. Karena itulah, setelah lebih dari satu abad perjalanan melintasi zaman, Persyarikatan membangun Museum Muhammadiyah di Yogyakarta.

Menurut Widya, tidak ada organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang memiliki karya nyata sebesar Muhammadiyah. Inilah yang menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari perangkai puzzle sejarah perkembangan Indonesia. Jika tidak segera didokumentasikan secara sistematis khawatir akan menguap seiring pergantian zaman dan generasinya. Peran nyata Muhammadiyah perlu divisualisasikan dalam bentuk museum untuk memelihara memori kolektif akan ide-ide berkemajuan KH. Ahmad Dahlan.

“Mengapa harus museum? Karena merupakan wahana edukasi historis masyarakat. Museum menjadi sebuah tools untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang apa, siapa, dan bagaimana Muhammadiyah berkontribusi nyata pada perkembangan negeri ini,” ucap Widya.

Keberadaan Museum Muhammadiyah berfungsi sebagai wadah besar sejarah Persyarikatan baik yang berbentuk artefak, dokumen maupun arsip yang berserakan di seluruh wilayah Indonesia. Museum ini juga dapat menjadi pusat informasi sejarah dan peran Muhammadiyah yang memiliki akurasi tinggi sebagai rujukan utama.

“Fungsinya juga dapat menjadi media bimbingan edukasi dan menyebarluaskan informasi tentang sejarah, dinamika, peran Muhammadiyah pada masyarakat secara luas,” ucap Widya. (muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: literasi sejarahmuseum muhammadiyah
Previous Post

Intensitas Hujan Masih Tinggi, Sebahagian Kawasan Serdang Bedagai Terendam Banjir

Next Post

Bersaing dengan PTMA di Pulau Jawa, Kuncinya Tingkatkan Kualitas SDM

Next Post
Bersaing dengan PTMA di Pulau Jawa, Kuncinya Tingkatkan Kualitas SDM

Bersaing dengan PTMA di Pulau Jawa, Kuncinya Tingkatkan Kualitas SDM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.