• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Sejarah Membuktikan, Sekali Menyalahi Pancasila dan Konstitusi, Itu Akan Menjadi Bumerang

Sejarah Membuktikan, Sekali Menyalahi Pancasila dan Konstitusi, Itu Akan Menjadi Bumerang

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
11 September 2022
in Literasi
86

Malang, InfoMu.co –  77 tahun merdeka, Indonesia telah meraih banyak kemajuan. Kemajuan itu diperoleh dari berbagai dinamika fase kebangsaan yang sejatinya berkesinambungan dari masa pra kemerdekaan, masa revolusi, orde lama, orde baru, hingga reformasi.

Bagi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, Indonesia masih terus berproses menemukan wujud idealnya kendati telah mendapatkan dasar bangunan dari setiap fase di atas. Terlebih lagi, Indonesia memiliki dasar yang sakral seperti Pancasila dan UUD 1945 yang tidak henti-hentinya terus mengalami cobaan. Karena itu dirinya menganggap perlu bagi seluruh komponen bangsa untuk terus berkonsolidasi.

“Di era orde lama sebenarnya kita telah menyelesaikan bangunan dasar berbangsa untuk menemukan kembali bahwa konstitusi dan Pancasila serta sejarah bangsa adalah titik pangkal kita berbangsa-bernegara. Sekali kita berbeda, menyalahi, mengkhianati dan merobeknya kembali, sejarah itu membuktikan bahwa itu akhirnya juga akan menjadi musibah dan bencana, padahal para pelaku di era itu adalah para pendiri Republik ini,” tegasnya.

Setelah itu, menurut Haedar lahirlah Orde Baru yang tidak ingin mengulangi kesalahan Orde Lama. Pada masa itu pembangunan sukses tapi belum ada perumusan soal hukum kekuasaan sehingga meletuslah reformasi 1998 yang poin utamanya adalah Indonesia belum khatam merumuskan suksesi kepemimpinan.

“Setelah selesai format konstitusi soal suksesi kepemimpinan, jangan sampai kita kemudian juga menabuh dan menabur masalah baru. Masalah yang potensial membuat kita bisa menghadapi musibah besar di tubuh bangsa ini,” ingatnya.

“Tapi itulah sejarah di mana kadang kita manusia tidak bisa memastikan ke mana arah sejarah itu berakhir. Boleh jadi sejarah itu membuat kita dewasa, hatta para pendiri bangsa pun dia harus belajar kembali berbangsa dan bernegara di era baru pasca kita merdeka bahwa ternyata membangun bangsa dan negara tidaklah mudah seperti kita berjuang melawan penjajah,” kata dia.

Dalam forum Konsolidasi Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah, UMM, Senin (5/9), Haedar lantas menyebut perlunya konsolidasi terus menerus mengingat pembelahan politik dan ideologi sebagai residu dari pemilihan umum masih terjaga. Selain itu masalah ini diperberat oleh lahirnya oligarki politik yang semestinya tidak terjadi di sistem demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah dan hikmat kebijaksanaan. Oligarki ini, baik dalam bentuk apapun, ekonomi atau politik seharusnya dicegah karena merusak spirit Keindonesiaan.

“Bila aturan main berubah-ubah lalu komitmen pada konstitusi melemah, pada saat yang sama hasrat pada kekuasan berlebih, nah pada saat itulah proses pelemahan di dalam berbangsa dan bernegara,” ingatnya.

“Maka perlu konsensus-konsensus baru, perlu how to manage state, perlu mencari titik-titik temu di atas keragaman dan sekaligus juga mencari solusi di atas maslah yang menimpa bangsa ini. Jangan sampai bahwa Indonesia ke depan harus berakhir dengan tragedi karena kita gagal mengkapitalisasi, mengkonsolidasi potensi-potensi positif itu dan sekaligus juga menyelesaikan masalah dengan pondasi yang kuat,” pesan Haedar. (afn/muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: pancasila
Previous Post

KKN UAD Promosikan Pentingnya Pemilahan Sampah

Next Post

Asosiasi LPTK PTMA Gelar Rakernas di Sorong, Papua

Next Post
Asosiasi LPTK PTMA Gelar Rakernas di Sorong, Papua

Asosiasi LPTK PTMA Gelar Rakernas di Sorong, Papua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.