• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Hawa Nafsu adalah Induk dari Segala Berhala

Hawa Nafsu adalah Induk dari Segala Berhala

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
16 Mei 2022
in Uncategorized
86

Sleman, InfoMu.co – Puasa pada hakikatnya adalah ajaran untuk mengontrol dan mengendalikan hawa nafsu duniawi. Dengan kata lain, kehidupan duniawi memang kebutuhan paling asasi dari manusia , tetapi tidak boleh membuat manusia lupa diri dari ibadah, kesadaran bertuhan, dan pemenuhan kebutuhan integratif yang bersifat sosial-ruhaniyah.

“Dunia jangan terputus dari akhirat bagi kaum beriman dan beragama. Apalagi dengan urusan dunia, manusia jangan lantas jatuh diri pada keterpurukan dan merusak kehidupan,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara Syawalan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) pada Senin (16/05).

Haedar mengutip penyair besar Jalaluddin Rumi yang mengatakan bahwa hawa nafsu merupakan induk dari segala berhala. Kemampuan dalam mengendalikan hawa nafsu duniawi berupa harta, tahta, dan segala pesona merupakan puncak dari kesalehan. Salah satu cara agar dapat mengendalikan hawa nafsu ialah berhenti untuk tamak yang tidak berkesudahan.

Tamak merupakan tabiat buruk manusia. Bentuk keserakahan manusia terhadap dunia ini digambarkan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik ra: “Seandainya manusia memiliki satu bukit emas, niscaya ia akan mengharapkan dua bukit emas lagi, dan tidaklah perutnya dipenuhi melainkan dengan tanah, dan Allah akan menerima taubat siapa yang bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6439).

“Ketamakan dan kerakusan merupakan sumber dari masalah kehidupan! Manusia saling berebut dunia dan saling memangsa satu sama lain. Alam dikuras habis demi memenuhi hasrat dan keuntungan berlebih,” terang Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Allah SWT dalam QS. Ar-Rum ayat 41 telah mengingatkan bahwa sebagian kerusakan yang terjadi di muka bumi ini, seperti halnya banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya itu adalah karena ulah manusia yang tamak dan rakus. Perang merupakan satu contoh bagaimana manusia mudah begitu diperbudak hawa nafsu duniawi. Mereka tak punya rasa iba terhadap rakyat yang miskin, dhuafa, dan terasing. Mereka juga tidak peduli dengan bumi yang semakin hari semakin rusak.

Jangan biarkan negeri ini dikuasai para perompak dan aktor-aktor tamak, sebab taruhannya ialah nasib bangsa dan negara ke depan. Sebagaimana peringatan Tuhan dalam Alquran, yang artinya : “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” (QS Al-Isra: 16).

“Semua bencana yang sangat mencemaskan masa depan kehidupan ini dapat dicegah dengan gerakan baru kemanusiaan untuk hidup secukupnya secara bermartabat. Gerakan baru harus membangun tanpa merusak, meredam nafsu berlebih, dan mencegah para perompak dan aktor tamak!” tegas Haedar.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Tags: hawa nasfu
Previous Post

Taufiq Ismail, 69 Tahun Berkhidmah dalam Puisi

Next Post

Dadang Kahmad Pesankan Tetap Berfastabikhul Khairat di Syawalan PWM Lampung

Next Post
Dadang Kahmad Pesankan Tetap Berfastabikhul Khairat di Syawalan PWM Lampung

Dadang Kahmad Pesankan Tetap Berfastabikhul Khairat di Syawalan PWM Lampung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.