• Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
Infomu
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi
No Result
View All Result
Infomu
No Result
View All Result
Pendidikan Politik Perempuan, Aisyiyah Menatap Parlemen

Pendidikan Politik Perempuan, Aisyiyah Menatap Parlemen

Syaiful Hadi by Syaiful Hadi
16 April 2022
in Uncategorized
86

Yogyakarta, InfoMu.co – Kepala Departemen Religious Studies UIN Walisongo Semarang, Sukendar, Ph.D menilai para kader ‘Aisyiyah perlu lebih banyak lagi yang terjun ke dunia parlemen dan terlibat dalam melakukan pendidikan politik.

Sebab kata dia, minimnya keterlibatan perempuan di parlemen membuat berbagai kebijakan yang semestinya produktif bagi kaum perempuan jadi tidak tergarap atau terakomodasi.

“’Aisyiyah bisa mengambil peran ini untuk melakuan pendidikan politik pada para kader termasuk menghapus mindset bahwa politik adalah domainnya laki-laki,” pesan Sukendar.

Dalam Seminar Pra-Muktamar di Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Kamis (14/4) itu Sukendar menilai kurangnya pendidikan politik juga berakibat pada suburnya politik identitas seperti saat ini. “Di antara kegagalan melakukan pendidikan politik mengakibatkan adanya politisasi agama sehingga orang tidak melihat (seorang politisi) dari kapabilitas-kemampuan yang dia miliki. Sehingga yang dijual kemudian adalah etnisitasnya, pakai pecinya, haji atau tidak dan lain-lain,” ungkapnya.

Di samping melakukan pendidikan politik dan mendorong para kader masuk ke parlemen, ‘Aisyiyah juga diharapkan agar terus memperjuangkan dakwah kultural yang telah mereka lakukan. Misalnya penguatan Keluarga Sakinah, hingga advokasi hukum bagi para perempuan dan anak korban kekerasan.

“Tentunya yang lebih penting lagi di tataran praksis dengan pendampingan korban misalnya pelayanan kesehatan melalui shelter rumah aman, pelatihan para legal untuk konseling psikologis keagamaan sehingga bisa dijadikan sumbangan kita bagi kemanusiaan dan pelaksanaan kita pada perintah Allah, innallaha ya’murukum bil-‘adli wal ihsan,” tuturnya.

“Saya percaya bahwa Allah yang memutuskan bahwa dakwah bil hal ini tidak sekarang atau besok, tidak sedikit atau banyak, pasti semua akan memiliki impact. Jadi warga Muhammadiyah harus menjadi cermin dengan Keluarga Sakinah ini. Dan kalau keluarga sakinah maka yang muncul adalah qaryah tayyibah (masyarakat sejahtera),” pungkasnya. (afn/muhammadiyah.or.id)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
Previous Post

Cerita Surau Taqwa di Kampung Ketapang Pulau Karas Batam Sejak Tok Jaya Meninggal Dunia

Next Post

Ketersediaan 12 Bahan Pokok di Medan, Kementan: Aman

Next Post
Ketersediaan 12 Bahan Pokok di Medan, Kementan: Aman

Ketersediaan 12 Bahan Pokok di Medan, Kementan: Aman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Beranda
  • Kabar
  • Literasi
  • Kolom
  • Kesehatan
  • Muktamar
  • Pendidikan
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kabar
    • Persyarikatan
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Info LazisMu
    • InfoMU tv
  • Literasi
    • Kampus
    • Tarjih
    • Taman Pustaka
    • Jelajah Bumi Para Rasul
    • Majelis Pustaka & Informasi
    • Taman Pustaka
  • Kolom
    • Khutbah
    • Opini
  • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Halal Center
  • Muktamar
    • Muktamar 48
    • Road To Muktamar 49
  • Pendidikan
    • umsu
    • Sekolah
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.