Medan, InfoMu.co – Syeikh Fadhi Alamuddin Al-Beiruty, Dosen pada Global University Beirut, Lebanon, melakukan kunjungan silaturrahim ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Pertemuan berlangsung di Gedung MUI Jalan Sutomo Ujung merupakan program Lembaga Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI).
Silaturrahim ini mengambil tema bahasan: berpegang teguh dengan Manhaj Ahlussunnah wal Jamaah dalam Aqidah, Fiqih dan Akhlaq.
Silaturrahim dengan DP MUI Sumut itu dihadiri Wakil Ketum Dr. Arso, Sekretaris Umum Prof. Dr. H. Asmuni, Dr. Abdul Hamid Ritongan dan Kabid HLNKI Ustadz Akhyar Nasution Lc MA. Hadir puluhan mahasiswa Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) MUI Sumut.
Pada pertemuan itu, Syeikh Fadhi Alamuddin menyebutkan bahwa salah satu wasiat penting yang disampaikan Rasulullah bertaqwa kepada Allah. Karena dengan bertaqwa kepada Allah karena itu adalah modal terbaik dalam mempersiapkan hari akhir. Kata Syeikh Fadhi, bertaqwa yang dimaksud adalah konsistensi dan taat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Konsistensi adalah ketaatan pada setiap kondisi, siang atau malam, senang atau susah atau sehat dan sakit.
Untuk mendapatkan konsistensi dan ketaatan kepada Allah hanya dengan cara menjalankan semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya.

Sebagai manusia, kita dilahirkan dalam kondisi tidak tau apa-apa, kata Syeikh Fadhi, kemudian kita berproses, belajar dengan menuntut ilmu dan belajar dengan banyak orang. Hanya saja, dalam menuntut ilmu, Syeikh Fadhi menegaskan haruslah kepada mereka yang memiliki ilmu yang benar, misalnya dari ulama yang terpecaya. Banyak orang berilmu tapi tidak bisa dipercaya.
Rasulullah dalam menuntut ilmu melakukan langsung kepada malaikat. Kemudian Rasul menurunkan ilmunya kepada para sahabat. Ada sekitar 100 ribu sahabat Rasulullah. Namun yang dikatagorikan ulama hanya sekitar 200 orang. Merekalah yang oleh Rasulullah kemudian menjadi ujung-tombak dakwah keberbagai wilayah.
Kata Syeik Fadhi, saat ini banyak orang yang mengaku-ngaku ulama tapi sesungguhnya tidak memiliki ilmu. Banyak ulama yang hanya bermodalkan sertifikat, padahal tidak ada ilmunya. Kondisi inilah yang menjadi musibah bagi kehidupan umat Islam hari ini.
Syeikh Fadhi Alamuddin mengingatkan semua hadirin untuk tidak mendustakan Al-Qur’an.
Ketua Bidang HLNKI Ustad Akhyar Nasution Lc MA menjelaskan, bahwa Syaikh Fadhi adalah dosen pakar dalam ilmu aqidah dan filsafat Islam. Syeikh Fadhi ditugaskan untuk berdakwah ke luar negeri melalui skema kerjasama internasional.
Kunjungannya ke MUI Sumut dan PTKU diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa yang sedang menuntut ilmu.
Silaturrahim antara Syeikh Fadhi Alamuddin dari Beirut itu dilanjutkan dengan dialog terkait dengan banyak hal. (Syaifulh)

