Dari Ampas Menjadi Emas, Ibu-Ibu Aisyiyah Olah Limbah Kedelai Bernilai Ekonomi
INFOMU.CO | Medan – Semangat dakwah bil hal kembali ditunjukkan oleh ibu-ibu Aisyiyah Pasar 4 Bandar Khalipah melalui program bertajuk “Dari Ampas Menjadi Emas: Kreativitas Ibu-Ibu Aisyiyah dalam Transformasi Ampas Susu Kedelai Menjadi Produk Bernilai Jual”. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Ampas susu kedelai yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah kini diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti kerupuk dan camilan sehat berbahan dasar kedelai. Melalui inovasi ini, ibu-ibu Aisyiyah tidak hanya menghasilkan produk yang layak konsumsi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga.
Kegiatan ini diawali dengan pelatihan pengolahan ampas susu kedelai, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengeringan, pengolahan adonan, hingga pengemasan produk yang menarik dan higienis. Para peserta juga mendapatkan pembekalan manajemen usaha sederhana, perhitungan biaya produksi, serta strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Ketua Tim Pengabdian, Ambar Wulansari, M.Pd., menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran ekonomi dan lingkungan masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga seperti ampas susu kedelai sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Ketika diolah dengan tepat, limbah dapat berubah menjadi sumber penghasilan yang mendukung kemandirian ekonomi keluarga, khususnya bagi ibu-ibu Aisyiyah,” ujarnya.
Program ini diketuai oleh Ambar Wulansari, M.Pd. dengan anggota tim Dr. Khairun Niswa, M.Hum. dan Indra Maryanti, S.Pd., M.Si. Tim pengabdian secara aktif melakukan pendampingan berkelanjutan agar peserta tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga percaya diri dalam memasarkan hasil olahannya.
Melalui pendampingan tersebut, ibu-ibu Aisyiyah didorong untuk menjadi pelaku usaha mandiri yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Program ini juga memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi umat di tingkat akar rumput.
Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, program “Dari Ampas Menjadi Emas” membawa pesan penting tentang kepedulian lingkungan. Pengolahan ampas susu kedelai menjadi produk bernilai jual merupakan wujud nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular, sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam.
Program ini didanai melalui Hibah RisetMu Tahun 2025 dengan dukungan dan pendampingan dari LPPM UMSU. Melalui kegiatan ini, Aisyiyah kembali menegaskan perannya sebagai gerakan perempuan Islam yang berkontribusi aktif dalam penguatan ekonomi umat, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. (Qomar)

